BI Purwokerto Memperluas QRIS, Transaksi Banyumas Raya Tembus Rp8,57 Triliun

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto terus memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk memperkuat ekonomi digital di Banyumas Raya setelah nilai transaksi mencapai Rp8,577 triliun sepanjang Januari-Juni 2026.

Kepala KPwBI Purwokerto Aswin Gantina mengatakan perluasan penggunaan QRIS dilakukan dengan menyasar berbagai kelompok masyarakat agar pembayaran digital semakin familier dalam aktivitas sehari-hari.

"Perluasan QRIS dilakukan melalui edukasi dan aktivasi langsung kepada berbagai segmen masyarakat untuk membiasakan pembayaran digital dalam transaksi sehari-hari," kata Aswin di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (15/8/2026).

Transaksi QRIS Tumbuh Pesat

Data KPwBI Purwokerto menunjukkan volume transaksi QRIS di Banyumas Raya yang mencakup Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara mencapai 112.571.254 transaksi selama Januari-Juni 2026.

Nilai kumulatif transaksi tersebut mencapai Rp8,577 triliun.

"Pada Juni 2026, transaksi QRIS tercatat sebanyak 26,43 juta transaksi dengan nominal Rp1,74 triliun," katanya.

Volume transaksi QRIS pada Juni 2026 tumbuh 278,06 persen secara tahunan atau year on year (yoy), sedangkan nilai transaksinya meningkat 181,72 persen yoy.

Jumlah merchant QRIS di Banyumas Raya juga mencapai 627.115 hingga Juni 2026.

"Capaian tersebut menunjukkan penggunaan sistem pembayaran digital semakin meluas dan mulai menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat," katanya.

BI Sasar Berbagai Kelompok Masyarakat

KPwBI Purwokerto memperluas penggunaan QRIS dengan menyasar lansia, komunitas wanita perbankan, santri pesantren, pramuka, hingga peserta pasar murah.

Program perluasan juga dilakukan melalui QRIS Ramadan serta berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

"Salah satunya kegiatan Purwokerto QRIS Run 2026 yang diikuti lebih dari 6.000 pelari dan mencatat Rekor MURI," katanya.

Aswin mengatakan edukasi dan aktivasi langsung diperlukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat pembayaran digital sekaligus membiasakan penggunaan QRIS.

"QRIS sebagai kanal pembayaran digital yang mudah, aman, dan inklusif terus kami perluas melalui edukasi dan aktivasi kepada berbagai segmen masyarakat," katanya.

Bank Indonesia juga terus melibatkan berbagai kelompok masyarakat dan pemangku kepentingan untuk memperluas akseptasi QRIS sekaligus mendorong transformasi ekonomi daerah.

"Dengan semakin luasnya penggunaan QRIS, masyarakat dan pelaku usaha diharapkan dapat memanfaatkan sistem pembayaran digital secara lebih mudah dan aman, sehingga perkembangan ekosistem digital turut memberikan dukungan terhadap aktivitas perekonomian di Banyumas Raya," kata Aswin.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pakar minta keberhasilan CKG tak hanya diukur dari jumlah peserta
• 19 jam lalu
0
thumb
Bareskrim Ingatkan Orang Tua Awasi HP Anak Imbas Judi Online Deposit Pulsa
• 8 jam lalu
0
thumb
Prabowo Tingkatkan Layanan Dasar Rakyat, Mulai Perbaikan Puskesmas dan RSUD hingga Renovasi Sekolah
• 22 jam lalu
0
thumb
Resmi! Russell Westbrook Putuskan Pensiun, Sang Raja 'Triple-Double' Akhiri 18 Musim Berkarier di NBA
• 20 jam lalu
0
thumb
Tiga Kali Gempa Mengguncang Wilayah Sulawesi Selatan
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.