Brasilia (ANTARA) - Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva pada Jumat (14/8) mengatakan bahwa dirinya hanya akan menyetujui penunjukan calon duta besar (dubes) baru Amerika Serikat (AS) untuk Brasil setelah pemilihan umum (pemilu) presiden pada Oktober.
Dalam wawancara dengan media setempat, Lula mempertanyakan langkah AS yang mengumumkan Daniel Perez sebagai calon dubesnya sebelum mendapatkan persetujuan resmi dari Brasil.
"Mereka ingin saya menerima dubes mereka dengan tergesa-gesa. Namun sekarang, hanya setelah pemilu," ujar Lula.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Brasilia dan Washington, yang ditandai dengan tuduhan pemerintah Brasil mengenai upaya campur tangan dalam urusan dalam negeri serta kritik Lula terhadap apa yang dianggapnya sebagai dukungan sejumlah pejabat AS terhadap rival utamanya, Senator Flavio Bolsonaro, dalam pemilu pada Oktober.
Terlepas dari ketegangan itu, Lula menegaskan kembali bahwa Brasil tetap ingin menjaga hubungan konstruktif dengan AS dan mengatakan bahwa dirinya tidak menginginkan konfrontasi bilateral.
Bulan lalu, Brasil menolak memberikan visa kepada dua pejabat Departemen Luar Negeri AS, dengan alasan bahwa rencana kunjungan mereka dapat mengganggu integritas proses pemilu.
Dalam wawancara dengan media setempat, Lula mempertanyakan langkah AS yang mengumumkan Daniel Perez sebagai calon dubesnya sebelum mendapatkan persetujuan resmi dari Brasil.
"Mereka ingin saya menerima dubes mereka dengan tergesa-gesa. Namun sekarang, hanya setelah pemilu," ujar Lula.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Brasilia dan Washington, yang ditandai dengan tuduhan pemerintah Brasil mengenai upaya campur tangan dalam urusan dalam negeri serta kritik Lula terhadap apa yang dianggapnya sebagai dukungan sejumlah pejabat AS terhadap rival utamanya, Senator Flavio Bolsonaro, dalam pemilu pada Oktober.
Terlepas dari ketegangan itu, Lula menegaskan kembali bahwa Brasil tetap ingin menjaga hubungan konstruktif dengan AS dan mengatakan bahwa dirinya tidak menginginkan konfrontasi bilateral.
Bulan lalu, Brasil menolak memberikan visa kepada dua pejabat Departemen Luar Negeri AS, dengan alasan bahwa rencana kunjungan mereka dapat mengganggu integritas proses pemilu.






Komentar (0)