JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan ada empat korban luka-luka akibat gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Empat orang mengalami luka-luka," kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam siaran persnya, Sabtu (15/8/2026).
Jumlah korban tersebut diperolah lewat verifikasi BNPB per pukul 08.00 WIB.
"Korban luka tercatat di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Nagekeo," kata dia.
Baca juga: BNPB: 1 Orang Tewas akibat Gempa M 7,7 di Flores NTT
Sebelumnya, BNPB sempat menyebut ada dua korban tewas akibat gempa tersebut. Namun kemudian, BNPB meralat keterangannya karena ternyata jumlah korban tewas adalah satu orang.
Berton SP Panjaitan mengatakan peralatan jumlah korban meninggal dunia ini setelah dilakukan verifikasi pada pukul 08.00 WIB.
“Berdasarkan hasil pemutakhiran dan validasi data di lapangan hingga pukul 08.00 WIB, tercatat satu orang meninggal dunia dan empat orang mengalami luka-luka,” ujar Berton dalam keterangannya, Sabtu.
Baca juga: BNPB Minta Maaf dan Ralat Data Korban Gempa NTT M 7,7 Hari Ini: 1 Meninggal, 4 Luka
Berton melaporkan, korban meninggal dunia merupakan warga Kabupaten Sikka.
BNPB menyampaikan permohonan maaf atas laporan awal yang menyebut dua orang meninggal dunia akibat musibah tersebut.
“(Kami) akan terus memastikan setiap informasi yang disampaikan telah melalui proses verifikasi. Saat ini, pendataan dan verifikasi terhadap korban maupun dampak lainnya masih terus dilakukan oleh BPBD bersama unsur terkait di lapangan,” ucap dia.
Sejauh ini, sebanyak 2.000 warga di Kabupaten Nagekeo melakukan evakuasi mandiri sebagai langkah kewaspadaan setelah gempa dan adanya peringatan dini tsunami.
Sementara di Kota Bima tercatat satu kepala keluarga atau enam jiwa terdampak.
Dampak kerusakan sementara yang telah teridentifikasi meliputi dua unit rumah rusak berat, satu unit rumah rusak sedang, dua unit rumah rusak ringan, satu gudang Bulog terdampak, tiga fasilitas umum rusak ringan, serta enam kantor pemerintahan terdampak.
“Data tersebut masih bersifat sementara dan terus diverifikasi oleh BPBD bersama unsur terkait,” pungkas dia.
Komentar (0)