Sidang Tahunan 2026 Berlangsung Tertib dan Khidmat, Anggota MPR Sampaikan Apresiasi

jpnn.com
9 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Golkar MPR Melchias Marcus Mekeng dan Anggota MPR dari Kelompok DPD Fahira Idris menilai pelaksanaan Sidang Tahunan MPR di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen pada Jumat (14/8) berlangsung lebih baik, tertib, khidmat, dan terstruktur.

Mekeng memuji pelaksanaan Sidang Tahunan MPR 2026 yang dinilainya lebih baik dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.

BACA JUGA: Busana Adat Warnai Sidang Tahunan MPR, Tapis Lampung Jadi Simbol Pelestarian Budaya

Menurut Mekeng, rangkaian acara tahun ini terasa lebih resmi dan tidak dipenuhi kegiatan yang dinilai kurang relevan dengan agenda utama persidangan.

“Itu juga diperlihatkan oleh Presiden Prabowo yang menyampaikan pidatonya dengan sangat baik. Semua yang beliau sampaikan sangat penting dan memperlihatkan capaian kinerja selama dua tahun pemerintahannya. Tidak banyak improvisasi, tetapi itu menjadikannya lebih baik karena forum ini memang sangat penting,” ungkap Mekeng.

BACA JUGA: Ketua MPR Serukan Persatuan Jadi Kekuatan Utama Indonesia Hadapi Tantangan Zaman

Disinggung mengenai pidato penyampaian laporan kinerja Presiden, Mekeng menilai materi yang disampaikan Prabowo menggambarkan berbagai capaian pemerintahan yang dipimpinnya selama ini.

“Mulai dari Danantara yang memberikan hasil signifikan. Program unggulan beliau, mulai dari Sekolah Rakyat, MBG hingga sekolah unggulan. Semua itu dibutuhkan masyarakat, dan beliau konsisten dengan apa yang diperjuangkan,” ujarnya.

BACA JUGA: Bicara Saat Sidang Tahunan MPR, Ahmad Muzani Singgung Adab Menyampaikan Aspirasi

Apresiasi terhadap pelaksanaan Sidang Tahunan MPR 2026 juga disampaikan Anggota MPR dari Kelompok DPD Fahira Idris.

Menurut Fahira Idris, Sidang Tahunan kali ini berlangsung dengan baik, tertib, dan khidmat. Seluruh rangkaian agenda juga berjalan secara terstruktur.

Fahira menilai suasana persidangan mencerminkan pentingnya Sidang Tahunan MPR RI sebagai momentum konstitusional untuk menyampaikan kepada rakyat arah perjalanan bangsa serta kinerja lembaga-lembaga negara.

“Saya mengapresiasi persiapan yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal MPR. Seluruh unsur pendukung bekerja dengan serius, sehingga agenda ini berjalan secara matang, tertib, dan khidmat,” ucap Fahira.

Dia menilai kelancaran Sidang Tahunan MPR tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama Sekretariat Jenderal MPR, DPR, dan DPD.

Ketiganya bersinergi dalam menyiapkan berbagai sarana dan prasarana, mulai dari ruang persidangan, tata tempat, protokoler, sistem teknis, keamanan, hingga pelayanan bagi peserta dan tamu undangan.

“Semua terlihat dipersiapkan secara serius. Untuk sebuah agenda kenegaraan sebesar Sidang Tahunan MPR, kesiapan seperti ini sangat penting agar substansi persidangan dapat berlangsung tanpa terganggu persoalan teknis,” katanya.

Fahira juga mengapresiasi laporan kinerja Ketua MPR Ahmad Muzani mengenai hubungan Indonesia dan Palestina.

Menurut Senator dari Daerah Pemilihan Jakarta tersebut, sikap Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina merupakan amanat konstitusi sekaligus bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang pernah mengalami pahitnya penjajahan.

Karena itu, dukungan kepada rakyat Palestina untuk hidup merdeka, berdaulat, dan bermartabat, kata Fahira, harus terus menjadi sikap konsisten Indonesia.

Fahira mengaku juga sependapat dengan pesan persatuan.

Pesan tersebut semakin relevan ketika demokrasi Indonesia semakin terbuka dan masyarakat memiliki ruang yang sangat luas untuk berbeda pendapat.

Perbedaan politik adalah sesuatu yang wajar, tetapi jangan sampai berubah menjadi permusuhan yang merusak persaudaraan kebangsaan.

"Kita boleh keras dalam gagasan, tetapi harus tetap santun dalam penyampaian,” kata Fahira mengingatkan.

Secara umum, Fahira menilai pidato Ketua MPR Ahmad Muzani sangat kuat, menyejukkan, dan relevan dengan tantangan bangsa saat ini.

Menurutnya, pesan yang disampaikan tidak hanya berbicara mengenai persatuan dan Pancasila, tetapi juga mengingatkan pentingnya demokrasi yang beradab, pemberantasan korupsi, pendidikan, pemenuhan gizi, ekonomi kerakyatan, pengelolaan sumber daya alam, kedaulatan bangsa, hingga perdamaian dunia.

“Yang paling penting bagi saya adalah benang merah pidatonya. Kemajuan Indonesia harus tetap berakar pada Pancasila, keadilan, persatuan, dan kemanusiaan. Menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI, pesan seperti ini sangat tepat untuk mengingatkan kita bahwa Indonesia adalah rumah bersama. Perbedaan jangan menjadi alasan untuk saling meniadakan, tetapi harus menjadi energi untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, makmur, dan semakin kuat,” pungkasnya. (mrk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sidang Tahunan MPR, Megawati & SBY Absen, Jokowi Hadir


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
DPRD Bandung Targetkan Perda BPR Syariah Rampung, Upaya Dongkrak PAD
• 6 jam lalu
0
thumb
3.550 Personel TNI-Polri dan Pemda Bersihkan 11 Titik Sungai Jelang HUT RI
• 7 jam lalu
0
thumb
Puluhan Orang Tua dan Wali Murid SMKN 3 Gowa Ikuti Edukasi Safety Riding Asmo Sulsel
• 3 jam lalu
0
thumb
Kepala BNPB: 6 Korban Tewas Gempa di NTT Terindetifikasi
• 2 jam lalu
0
thumb
Geger, Pejabat Kota Banda Aceh Diciduk Satpol PP Terkait Dugaan Hubungan Sesama Jenis
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.