Honda Super One Jadi Ujian Honda di Era Mobil Listrik Indonesia

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Honda Super One tidak sekadar menjadi model baru dalam jajaran mobil listrik Honda di Indonesia. Kehadiran mobil listrik mungil ini juga menjadi momentum bagi PT Honda Prospect Motor (HPM) untuk melihat respons konsumen terhadap pendekatan baru Honda di era elektrifikasi.

Super One resmi dibuka pemesanannya di Indonesia dengan harga Rp438 juta on the road (OTR) Jakarta. Namun, sebelum harga diumumkan, Honda mengaku sudah mendapatkan respons positif dari calon konsumen.

Baca Juga :
Terpopuler: Toyota Innova Bakal Berubah, Pasar Mobil RI Masih Seret, hingga Dilema EV Murah
Aira EV Bukti Mobil Listrik Mungil Mulai Punya Pasarnya Sendiri

Bahkan, jumlah konsumen yang telah melakukan pemesanan disebut sudah melampaui alokasi yang diterima Honda untuk Indonesia. Tahun ini, HPM mendapatkan alokasi 100 unit Super One untuk pasar Tanah Air.

Menariknya, antusiasme tersebut muncul ketika harga mobil belum diketahui konsumen.

Yusak Billy, Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor, mengatakan Honda memang sengaja tidak langsung mengumumkan harga Super One ketika pertama kali diperkenalkan pada 29 Juli 2026.

Menurutnya, Honda ingin memberikan kesempatan kepada konsumen untuk mengenal lebih jauh karakter dan filosofi Super One sebelum mengetahui banderolnya.

“Kami ingin mereka semua tahu, mengenal, paham, apa itu karakter Honda, filosofi Honda, kenapa kami menunjukkan Super One di Indonesia,” ujar Yusak Billy.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena Super One tidak diposisikan hanya sebagai kendaraan listrik yang menawarkan efisiensi. Honda justru ingin membawa karakter berkendara yang selama ini menjadi bagian dari DNA mereka ke kendaraan listrik.

Super One dibekali lima mode berkendara, mulai dari Eco hingga Sport dan Boost. Pada mode tertentu, pengemudi juga bisa merasakan sensasi akselerasi dan deselerasi melalui fitur gear shift yang disiapkan Honda.

Selain pengalaman berkendara, Honda memberikan sejumlah elemen yang membuat Super One berbeda. Saat Boost Mode diaktifkan, atmosfer interior ikut berubah melalui pencahayaan ambient berwarna ungu. Sistem suara dan efek visual ketika mobil dinyalakan juga dibuat untuk memberikan pengalaman yang lebih emosional.

Yusak menyebut pendekatan tersebut merupakan bagian dari filosofi Super One yang mengedepankan unsur joyful dan exhilarating.

Namun, hal yang lebih penting bagi Honda adalah respons konsumen terhadap mobil tersebut. HPM menyatakan akan terus mempelajari masukan pasar Indonesia sebagai bagian dari pengembangan lini kendaraan listrik mereka ke depan.

Baca Juga :
Pertumbuhan Mobil Listrik Terbesar Bukan Lagi di China
Benarkah Mobil Listrik Cuma Memindahkan Polusi dari Knalpot ke Pembangkit Listrik?
Prabowo Ungkap Ekosistem Mobil Listrik Dibangun di Subang, Produksi Besar-besaran Tahun 2028

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
MNC AM dan KISI Dorong Investor Tetap Disiplin Strategi Investasi di Tengah Volatilitas Pasar
• 3 jam lalu
0
thumb
Baru Seminggu Jadi Suami Istri, Dea Annisa dan Mazaki Ahmad Sering Lupa Sudah Menikah
• 6 jam lalu
0
thumb
Video: DPR Soal Subsidi Energi, Bansos dan Stimulus Kelas Menengah 2027
• 13 jam lalu
0
thumb
Walkot Pekanbaru Pastikan Kebijakan HGB STC Sesuai Aturan
• 17 jam lalu
0
thumb
Jakarta dan Bali Ditetapkan sebagai Lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.