Gempa dengan Magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026) pagi, mengakibatkan kerusakan sejumlah bangunan. Kepanikan pun terjadi saat masyarakat merasakan guncangan gempa tersebut.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa M 7,7 itu terjadi pada Sabtu pukul 04.58 WIB. Pusat gempa berada pada koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 15 kilometer.
Pusat gempa tersebut berada di laut dengan jarak sekitar 30 km arah timur laut Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Nagekeo merupakan salah satu kabupaten di Pulau Flores, NTT. Sejumlah kabupaten/kota di Pulau Flores pun terkena dampak gempa tersebut.
Dampak gempa itu antara lain dirasakan Iren (36), warga Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, yang berada di Pulau Flores. Menurut Iren, sejumlah rumah dan rumah toko di Kecamatan Reok ambruk akibat gempa tersebut.
Di wilayah yang berjarak sekitar sekitar 45 kilometer dari Ruteng, ibu kota Manggarai, ke arah pantai, longsor terjadi di sepanjang jalan. Selain itu, dilaporkan terjadi tsunami kecil di wilayah pesisir.
Iren menyebut, saat gempa terjadi, masyarakat merasa panik karena guncangan gempa yang sangat kuat. Kepanikan warga bertambah karena terjadi kebakaran yang melanda beberapa rumah.
"Sudah gempa, lalu ada kebakaran, mana tambah tsunami kecil. Semua orang lari menyelamatkan diri," ungkap Iren saat dihubungi dari Jakarta.
Maria Pahul (63), warga Ruteng, juga mengaku merasakan guncangan gempa yang sangat kuat. Saat gempa terjadi, dia sedang berada di dapur rumahnya.
Maria pun langsung berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri setelah merasakan guncangan gempa. Akibat gempa bumi tersebut, dia menuturkan, dapur rumahnya rusak. Sejumlah rumah di sekitar rumahnya juga mengalami kerusakan.
Warga lainnya, Kuirino Newa (30), sedang bersiap mengantarkan wisatawan ke Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, saat gempa terjadi. Saat itu, Kuirino melihat air laut tiba-tiba surut setelah gempa terjadi. Dia pun akhirnya membatalkan perjalanan wisata ke Pulau Komodo.
"Kami tidak jadi berangkat, masih menunggu kondisi aman. Sekarang laut sudah aman. Beberapa kapal sudah lebih dulu berangkat tadi," katanya.
Selain di NTT, gempa juga dirasakan di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. Sejumlah warga Kota Makassar, Sulsel, pun mengaku merasakan guncangan gempa bumi itu walau tidak berlangsung lama.
”Terasa di rumah. Memang tidak berlangsung lama, tapi cukup bikin kaget,” kata Rifai, warga yang tinggal di kawasan Malengkeri, Makassar.
Salah satu wilayah di Sulsel yang merasakan guncangan cukup kuat adalah Kabupaten Kepulauan Selayar. Di wilayah ini, warga berlarian dan mencari tempat aman ke bukit.
”Posisi saya di Benteng, ibu kota Selayar. Getarannya cukup terasa. Barang-barang berayun. Di beberapa pulau yang dekat dengan NTT, warga berlarian mencari tempat aman ke bukit,” kata Asri, warga Selayar.
Sudah gempa, lalu ada kebakaran, mana tambah tsunami kecil. Semua orang lari menyelamatkan diri






Komentar (0)