Perkuat Pengelolaan Sampah, Pengurus BSU Kabupaten Gowa Gelar Studi Tiru ke Kelurahan Karunrung Makassar

harianfajar
8 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Bank Sampah Unit (BSU) Kabupaten Gowa menggelar kegiatan kunjungan lapangan dan berbagi praktik baik (best practice) di Kelurahan Karunrung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.

Rangkaian studi tiru ini diawali dengan kunjungan ke kantor Yayasan Peduli Negeri (YPN) yang berlokasi di RW 04 RT 04. Bertujuan untuk memperkuat pengelolaan sampah.

Di lokasi ini, melalui arahan manager program YPN, Syamsuddin, para peserta meninjau langsung inovasi pengolahan sampah organik, mulai dari teknik pengomposan hingga pemanfaatan budidaya ulat maggot atau yang sering dikenal dengan nama BSF (Black Soldier Fly) sebagai pakan alternatif bernilai ekonomis.

Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan pelatihan praktis mengenai pengisian teba—salah satu metode efektif pengolahan sampah organik langsung dari sumbernya.

Seperti diketahui, Yayasan Peduli Negeri adalah lembaga yang pertama kali menginisiasi dan membantu pwmerintah kabupaten Gowa dalam membentuk Bank Sampah Unit dan Bank Sampah Induk di kabupaten Gowa menjadi Unit Pengelola teknis Dinas dibawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab. Gowa.

Perjalanan edukatif berlanjut ke Bank Sampah Jipang 04 untuk mempelajari strategi pemilahan, pembukuan, dan manajemen sampah anorganik yang terbukti mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga sekitar. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, rombongan bertandang ke Urban Farming Sikatutui guna melihat integrasi nyata antara pengelolaan sampah berbasis lingkungan dan pertanian perkotaan (urban farming).

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dan dihadiri langsung oleh Lurah Karunrung, Mahadin Moh. Astari, S.Tr.Sos., M.AP., perwakilan UPT BSI Kabupaten Gowa, Jay, jajaran Ketua RT dan RW 04 setempat, serta Ketua Bank Sampah Jipang 04, Asim, S.Kom., M.M.

Dalam sambutannya, Lurah Karunrung mengapresiasi inisiatif kolaborasi lintas wilayah ini sebagai langkah konkret menuju pengelolaan lingkungan yang lebih mantap.

Melalui sinergi dan pertukaran pengetahuan ini, diharapkan para pengelola bank sampah di Kabupaten Gowa dapat mengadaptasi berbagai praktik baik yang telah dipelajari. Langkah ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kemandirian pengelolaan sampah dari sumbernya, menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Independensi BEI Tetap Dijaga saat Demutualisasi, OJK Akan Awasi
• 2 jam lalu
0
thumb
Simak Informasi Prakiraan Cuaca Jakarta Hari ini 15 Agustus 2026, Didominasi Cerah Sepanjang Hari
• 8 jam lalu
0
thumb
Warga di Flores Panik, Air Laut Surut Usai Gempa M 7,7 NTT
• 8 jam lalu
0
thumb
Thresia Mareta: Menenun Visi, Menghidupkan Inovasi Wastra Nusantara
• 7 jam lalu
0
thumb
Geger, Pejabat Kota Banda Aceh Diciduk Satpol PP Terkait Dugaan Hubungan Sesama Jenis
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.