Terkini, Jeneponto – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi tsunami.
BMKG merilis pemutakhiran peringatan dini tsunami untuk empat wilayah. “Pemutakhiran peringatan dini tsunami untuk wilayah: NTB, NTT, Sulsel, Sultra,” demikian laporan BMKG, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Adapun wilayah yang masuk dalam peringatan dini tsunami di NTT meliputi Manggarai Bagian Utara, Ngada Bagian Utara, Ende Bagian Utara, Sikka Bagian Utara, Pulau Ende, Pulau Sikka hingga Flores.
Sementara di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) meliputi Bima Pulau Sangiang, Bima Pulau Gili, Kota Bima bagian Utara, dan Dompu.
Untuk wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) meliputi Jeneponto, Bantaeng, Selayar, Bone, Wajo. Kemudian Kabupaten Luwu Timur, Luwu Utara, hingga Kota Palopo. Sementara untuk Sulawesi Tenggara (Sultra) meliputi wilayah Kota Baubau.
Tsunami dengan ketinggian hingga 0,36 meter dilaporkan telah terdeteksi di beberapa wilayah.
“Tsunami akibat gempa Mag:7.7SR, telah terdeteksi di SIKKA (05:03 WIB) 0,19 m, LABUAN BAJO (05:26 WIB) 0,36 m, DOMPU (05:29 WIB) 0,17 m,” tulis BMKG melalui akun X-nya, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Gempa berpusat di timur laut Mbay, Nagekeo, NTT. Getaran gempa dirasakan kuat hingga wilayah Makassar, Sulawesi Selatan.
Seorang warga Makassar bernama Sitti Hasrah mengaku merasakan guncangan gempa tersebut.
“Kurang lebih 2 menit terasa guncangan, sempat kami kaget, karena barusannya saya merasakan guncangan seperti itu,” ujarnya kepada Terkini.id, Sabtu, 15 Agustus 2026 pagi melalui pesan WhatsApp.





Komentar (0)