HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar mendorong penyelenggaraan Makassar Half Marathon (MHM) 2027 digelar dengan skala yang lebih besar setelah pelaksanaan MHM 2026 dinilai memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menargetkan jumlah peserta meningkat dari sekitar 12.400 orang menjadi 15.000 peserta pada tahun depan.
Race Director Makassar Half Marathon, Safrita Aryana, mengatakan target tersebut cukup realistis karena berdasarkan hasil survei, sebanyak 84 persen peserta MHM 2026 menyatakan siap kembali mengikuti ajang tersebut.
“Sebanyak 84 persen menyatakan akan kembali berpartisipasi. Jika dihitung dari sekitar 12.000 peserta, lanjut dia, terdapat sekitar 9.000 peserta yang telah menyatakan komitmen untuk kembali.”
Safrita mengungkapkan, Wali Kota optimistis target tersebut dapat dicapai.
“Ada pesan pak Wali, kalau 9.000 orang sudah memberikan komitmen melalui survei untuk kembali, maka untuk mencapai target 15.000 orang, kita tinggal mencari 6.000 orang lagi. Itu pekerjaan rumah yang tidak terlalu sulit untuk dicapai,” tutur Safrita, mengulang pesan Wali Kota.
Meski demikian, peningkatan jumlah peserta harus diikuti dengan penyesuaian teknis di lokasi penyelenggaraan, yakni Anjungan Pantai Losari.
“Pak Wali juga menyarankan untuk mencari solusi terlebih dahulu, dipikirkan secara teknis dan konsep bagaimana agar 15.000 peserta itu bisa dibagi,” beber Safrita.
“Jadi, apakah harinya atau kategorinya, supaya kegiatan tetap berlangsung maksimal di venue yang selama ini kita gunakan, yaitu di Anjungan Pantai Losari,” tambah dia.
Selain target peserta, evaluasi penyelenggaraan MHM 2026 juga menjadi perhatian. Menurut Safrita, secara teknis pelaksanaan mendapat apresiasi, termasuk dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI). Namun, persoalan distribusi goodie bag menjadi catatan.
“Tadi Pak Wali Kota hanya menitipkan pesan agar tidak ada lagi isu seperti tahun ini, khususnya isu terkait goodie bag,” ungkapnya.
Munafri juga meminta agar pelibatan pelaku UMKM diperkuat dengan waktu persiapan yang lebih panjang.
“Pak Wali Kota berpesan agar UMKM tetap dilibatkan secara lebih maksimal dengan jangka waktu persiapan yang lebih panjang, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti tahun ini,” katanya.
Safrita menegaskan evaluasi dilakukan sebagai bahan pembenahan bersama.
“Tidak boleh ada pihak yang disalahkan. Kita akan bangun bersama-sama dengan jangka waktu yang lebih panjang dan dimulai lebih awal,” tegasnya.
Untuk MHM 2027, penyelenggara juga menawarkan pola pembiayaan yang lebih mandiri dengan tetap melibatkan Pemerintah Kota sebagai pihak yang mengkurasi penyelenggaraan.
“Solusinya, bagaimana apabila kegiatan tahun depan tetap dikurasi oleh Pemkot, namun karena acara ini sudah mendapat kepercayaan dari Pak Wali Kota, para sponsor, serta para stakeholders, diharapkan pembiayaannya bisa lebih mandiri,” jelas Safrita.
Dukungan pemerintah, lanjutnya, terutama tetap dibutuhkan pada penyediaan hadiah (prize money), mengingat MHM 2027 ditargetkan masuk dalam pengukuran World Athletics dan memperoleh lisensi dari PB PASI.
Dengan capaian dampak ekonomi sebesar Rp52,3 miliar pada 2026, MHM kini diposisikan bukan sekadar agenda olahraga tahunan, tetapi juga sebagai strategi promosi kota dan penggerak ekonomi masyarakat.
Peningkatan jumlah peserta, penguatan peran UMKM, perbaikan pelayanan peserta, serta peningkatan standar kompetisi menjadi fokus persiapan menuju MHM 2027.
“Kita harapkan Pemerintah Kota Makassar dapat terus memperkuat dukungan, sementara kami penyelenggara semakin profesional dan mandiri dalam mengelola event yang telah menjadi salah satu agenda olahraga unggulan di Kota Makassar ini,” tukasnya. (*)






Komentar (0)