Timnas Indonesia Dirugikan Wasit, Pemain Laos Diduga Match Fixing! Piala AFF Sudah Kehilangan Integritas?

viva.co.id
18 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Integritas ASEAN Football Federation (AFF) dan penyelenggaraan ASEAN Cup Piala AFF 2026 kembali menjadi sorotan. Setelah kontroversi keputusan wasit dalam laga Timnas Indonesia vs Singapura, kini muncul persoalan baru yang melibatkan Timnas Laos.

Federasi Sepak Bola Laos (LFF) telah meminta kepolisian setempat melakukan penyelidikan terkait dugaan pengaturan skor, suap, dan perjudian ilegal yang diduga melibatkan sejumlah anggota Timnas Laos selama Hyundai ASEAN Cup 2026.

Baca Juga :
Belum Dinaturalisasi, Striker Berdarah Depok Ini Masuk Best XI Liga Belanda dan Jadi Kapten
Prabowo Ingin Diaspora Bertalenta Tetap Terikat Tanah Air, Pemain Bola Jadi Salah Satu Sasaran

Kasus tersebut masih berada dalam tahap penyelidikan. LFF juga belum menyatakan adanya pemain tertentu yang terbukti melakukan tindak pidana.

Identitas pemain yang disebut masuk dalam radar pemeriksaan pun belum diumumkan. Karena itu, seluruh dugaan tersebut tetap harus dipandang dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Meski demikian, mencuatnya dugaan match-fixing ini membuat perhatian tidak hanya tertuju kepada sepak bola Laos. AFF juga menghadapi ujian dalam menjaga integritas kompetisi sepak bola terbesar di kawasan Asia Tenggara tersebut.

Respons AFF terhadap persoalan ini dinilai akan menjadi sangat penting. Penanganan yang transparan dan tegas dibutuhkan agar Hyundai ASEAN Cup 2026 tetap memiliki kredibilitas dan tidak dibayangi keraguan terkait pengawasan pertandingan.

Dugaan tersebut mencuat setelah Laos mengakhiri kiprahnya di Grup B dengan catatan buruk. Mereka menelan empat kekalahan beruntun.

Laos dihajar Thailand 0-5 pada 25 Juli, kemudian takluk 0-4 dari Malaysia pada 28 Juli. Kekalahan kembali dialami saat menghadapi Filipina dengan skor 1-4 pada 1 Agustus, sebelum dipermalukan Myanmar 2-7 pada 4 Agustus.

Rentetan hasil tersebut kemudian memunculkan pertanyaan di tengah publik. Namun, hasil buruk maupun skor besar dalam sebuah pertandingan tentu tidak bisa dijadikan bukti bahwa laga telah diatur.

Pengamat sepak bola sekaligus Founder Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali, menilai persoalan ini menjadi ujian bagi AFF.

Menurutnya, sorotan terhadap integritas turnamen juga dapat melebar kepada kualitas pengambilan keputusan perangkat pertandingan.

"Ujian bagi AFF bukan hanya menemukan pihak yang mungkin bertanggung jawab. Sorotan terhadap integritas turnamen itu justru bisa melebar ke kualitas pengambilan keputusan di lapangan," kata Akmal di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Baca Juga :
Gempar! Ada Pengaturan Skor di Piala AFF 2026, 4 Pemain Timnas Diduga Terlibat
Pemain Timnas Indonesia Berguguran dari Liga Inggris, Elkan Baggott Gendong Nama Merah Putih
6 Alasan Timnas Indonesia Bisa Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Skuad Diaspora Jadi Kekuatan Utama

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dea Annisa Ungkap Alasan Pernikahannya dengan Mazaki Ahmad Digelar Intimate
• 18 jam lalu
0
thumb
Dari Sampah Menjadi Penghasilan, GO-SARI Gerakkan Ekonomi Sirkular Warga Bantul
• 17 jam lalu
0
thumb
Sekjen NasDem Ungkap Isi Pertemuan Sekjen Parpol Koalisi: Diskusi Kebangsaan
• 20 jam lalu
0
thumb
NTT Diguncang Gempa Magnitudo 7, Gempa Terasa Hingga ke Lombok
• 9 jam lalu
0
thumb
Bikin Pilu, Miss Earth Indonesia 2025 Putri Juficha Meninggal di Hari Ulang Tahun ke-26,
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.