Cikar Mbah Gleyor Kediri Dibersihkan BPK Jatim, Butuh 3 Jam untuk Satu Bagian

beritajatim.com
23 jam lalu
Cover Berita

Ringkasan Berita

Kediri (beritajatim.com) – Tampilan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) Cikar Mbah Gleyor di Dusun Kartosari, Desa Kandat, Kabupaten Kediri, kini tampak lebih bersih setelah mendapat penanganan dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur. Lapisan cat putih, hijau, dan cokelat akibat aksi vandalisme beberapa waktu lalu terlihat mulai memudar.

Konservator BPK Jawa Timur Ahmad Lutfi mengatakan, proses pembersihan dilakukan secara bertahap dengan menerapkan metode paling ringan terlebih dahulu. Hal itu dilakukan untuk memastikan material asli berupa kayu tetap aman selama proses penanganan.

“Pada prinsipnya kalau konservasi itu dicoba dari metode yang paling ringan dari bahan yang paling sederhana gitu. Makanya dicoba dari air dulu, baru kemudian alkohol, baru naik-naik lagi,” ujarnya.

Dalam uji coba tersebut, lapisan cat putih dapat dibersihkan menggunakan alkohol. Prosesnya dilakukan dengan menyikat permukaan sembari dibasahi alkohol, kemudian segera dilap. Tahapan tersebut dilakukan berulang hingga lapisan cat terangkat dari permukaan kayu.

Sementara cat berwarna hijau dan cokelat membutuhkan penanganan berbeda. Alkohol dinilai belum cukup efektif sehingga BPK menggunakan etil asetat untuk membantu melunakkan lapisan cat sebelum dilakukan penyikatan dan pengelapan.

“Coklatnya itu kami tambah menggunakan bahan etil asetat. Jadi di bagian itu dibasahi dengan sikat etil asetat sampai agak melunak,” jelasnya.

Ahmad menegaskan, pemilihan bahan pembersih tidak dapat dilakukan sembarangan. Karakter cat dan kondisi material kayu harus menjadi pertimbangan karena tim tidak mengetahui secara pasti jenis cat yang digunakan pada Cikar Mbah Gleyor.

“Makanya dicoba dari air dulu, baru kemudian alkohol, baru naik-naik lagi. Nah, kebetulan tadi pakai alkohol saja sudah bisa untuk yang cat putih. Kemudian yang cat hijau dan coklatnya kita coba karena alkohol masih belum maksimal dipakai pakai etil asetat gitu. Nah, kebetulan sudah bisa ya sudah pakai bahan itu saja,” terangnya.

Proses pembersihan tersebut membutuhkan waktu cukup lama. Dalam uji coba, satu bagian roda Cikar Mbah Gleyor membutuhkan waktu sekitar 2,5 hingga 3 jam. Hasilnya pun belum sepenuhnya bersih karena masih terdapat sisa lapisan cat berwarna kehijauan.

“Roda itu 2,5 jam. Dan hasilnya pun belum bersih sempurna ya. Bisa dilihat sendiri mungkin yang bagian bawah agak masih kehijauannya itu masih ada. Jadi, mungkin kalau untuk benar-benar bersih itu ya butuh 3 jam lebih,” ungkapnya.

Dengan durasi tersebut, pembersihan seluruh bagian Cikar Mbah Gleyor diperkirakan membutuhkan waktu beberapa hari. Untuk bidang sekitar satu meter persegi saja, pengerjaannya dapat memakan waktu lebih dari tiga jam, tergantung kondisi cat dan material kayu.

Dari tiga warna yang diuji, lapisan cat cokelat dan hijau menjadi bagian yang paling sulit dibersihkan. BPK menduga karakter kedua cat tersebut menyerupai cat minyak.

“Yang cokelat sama hijau sih (yang paling sulit dibersihkan) kalau sekila, soalnya kayaknya cat minyak sepertinya,” ujarnya.

Selain memastikan cat vandalisme dapat dihilangkan, BPK juga memperhatikan kondisi kayu setelah proses pembersihan. Berdasarkan pengamatan sementara, tekstur dan kekuatan material masih relatif sama sehingga metode yang digunakan tidak menunjukkan kerusakan signifikan pada material asli.

Meski demikian, secara visual terdapat sedikit perubahan warna pada permukaan kayu setelah lapisan cat dibersihkan. Kondisi tersebut menjadi konsekuensi yang perlu diperhatikan dalam proses konservasi karena permukaan kayu tidak selalu dapat dikembalikan persis seperti kondisi sebelum terkena cat.

“Kalau sekilas tampak ya yang barusan ya pasti warnanya agak berubah sih karena kan ya kita nggak bisa nggak bisa istilahnya nggak bisa mengembalikan seperti sediakala itu tidak bisa tapi ya kita bersihkan semaksimal mungkin saja. Mungkin kalau sekilas warna ada perubahan sedikit,” terangnya.

BPK kemudian akan memberikan rekomendasi teknis untuk penanganan keseluruhan objek. Rekomendasi tersebut mencakup bahan, alat, metode pengerjaan, hingga estimasi waktu yang dibutuhkan.

“Ya nanti akan kami rekomendasikan untuk eh ya bahannya seperti yang tadi yang disebutkan ada alkohol, ada asetat, kemudian alat-alatnya pakai ya sikat nilon bias,” jelasnya.

Setelah pembersihan selesai, BPK juga akan merekomendasikan perawatan lanjutan untuk menjaga kondisi kayu. Salah satu metode yang dipertimbangkan menggunakan bahan tradisional berupa air rendaman tembakau, cengkeh, dan pelepah pisang.

Menurut Ahmad, metode tersebut telah digunakan dalam perawatan koleksi kayu di museum maupun rumah tradisional Jawa. Perawatan tersebut ditujukan untuk membantu menonjolkan tekstur kayu sekaligus memberikan perlindungan, termasuk membantu mencegah serangan rayap.

“Kalau yang untuk perawatan tadi yang pakai air rendaman tembakau, cengkeh dan pelepah pisang itu biasanya satu tahun sekali kalau yang itu kan diambil dari praktik di Jawa Tengah,” kata Lutfi.

Selain perawatan berkala, kebersihan sehari-hari juga menjadi bagian penting dalam menjaga Cikar Mbah Gleyor. BPK menyarankan permukaan objek dibersihkan secara rutin dari debu menggunakan kemoceng atau kuas halus sambil terus memantau kondisi material.

“Klau untuk yang pembersihan kering yang pakai kemoceng, pakai kuas, itu ya baiknya ya tiap hari sambil dipantau,” pungkasnya.

Penanganan Cikar Mbah Gleyor tersebut menjadi langkah penting untuk mengembalikan tampilan objek sekaligus menjaga material kayu yang memiliki nilai sejarah. Setelah pembersihan dan perawatan dilakukan, pengawasan rutin diperlukan agar objek tidak kembali mengalami kerusakan maupun menjadi sasaran vandalisme. [nm/suf]


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dampak Gempa M 7,7 di NTT: 2 Orang Tewas, Rumah-Hotel Rusak
• 12 jam lalu
0
thumb
Dasco Tegaskan RUU Perampasan Aset Terus Dibahas, Komisi III Tampung Masukan Publik saat Reses
• 2 jam lalu
0
thumb
Persik Jajal Formasi Terbaik saat Ladeni Phnom Penh Crown di Turnamen Malaka: Menguji Racikan Marcos Reina
• 9 jam lalu
0
thumb
Gempa NTT, Kemensos Kerahkan Personel dan Mobilisasi Bantuan
• 7 jam lalu
0
thumb
Soto Boyolali Hj. Hesti Buka di Madinah, Bawa Misi Mulia Umrahkan Karyawan
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.