Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan segera memulai pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa untuk melindungi kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa dari ancaman kenaikan muka air laut dan penurunan tanah.
Prabowo mengatakan proyek tersebut merupakan kebutuhan mendesak yang tidak boleh menunggu sampai bencana terjadi. Pembangunan tanggul raksasa ini diperkirakan membutuhkan waktu 15 hingga 20 tahun.
"Kita juga harus membangun Giant Sea Wall, tanggul besar untuk mengamankan pantai utara Pulau Jawa. Ini mutlak harus kita lakukan. Jangan kita tunggu bencana datang," kata Prabowo dalam pidatonya.
Prabowo menyadari pembangunan Giant Sea Wall bukan proyek yang bisa selesai dalam satu atau dua periode pemerintahan. Proyek tersebut diperkirakan membutuhkan waktu hingga dua dekade.
"Saya tidak tahu presiden keberapa yang akan meresmikan. Tapi saya bertekad Presiden ke-8 akan mulai proyek ini," ujarnya.
Pembangunan Giant Sea Wall direncanakan dibagi menjadi 15 segmen, membentang dari Banten hingga Jawa Timur, termasuk kawasan Gresik.
Jika pembangunan dapat dilakukan secara serentak, Prabowo memperkirakan waktu pengerjaannya berpotensi lebih singkat dari 20 tahun.
Bagi Prabowo, lamanya waktu pengerjaan bukan alasan untuk menunda proyek. Yang terpenting, Indonesia berani memulai pembangunan infrastruktur perlindungan pantai tersebut.
Lindungi Puluhan Juta Warga PanturaGiant Sea Wall dirancang sebagai sabuk perlindungan bagi jutaan masyarakat yang tinggal di sepanjang Pantura Jawa.
Prabowo menyebut proyek tersebut diperlukan untuk menyelamatkan puluhan ribu hektare wilayah yang mulai terdampak kenaikan muka air laut.
Ancaman tersebut juga bukan hanya soal permukiman. Kawasan Pantura merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi dan industri nasional.
"Ini menyangkut hajat hidup puluhan juta rakyat kita yang hidup di Pantura," kata Prabowo.
Menurutnya, banyak kawasan industri berada di sepanjang Pantai Utara Jawa, mulai dari Jawa Barat hingga Jawa Timur. Karena itu, pembangunan Giant Sea Wall juga berkaitan langsung dengan masa depan industri Indonesia.
"Jadi masa depan industri kita juga dipertaruhkan," ujarnya.
Bukan Sekadar Tanggul LautPrabowo menegaskan Giant Sea Wall tidak akan dibangun hanya sebagai tembok raksasa untuk menahan air laut.
Infrastruktur tersebut juga dirancang memiliki fungsi lain, termasuk mendukung penyediaan air bersih dan membuka jalur pertumbuhan ekonomi baru.
Proyek ini sekaligus diharapkan menjadi proyek rekayasa berskala besar yang mampu meningkatkan kemampuan teknologi dan sumber daya manusia Indonesia.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) disebut telah menghasilkan sejumlah terobosan teknologi yang akan digunakan dalam pembangunan Giant Sea Wall.
Dengan skala pembangunan yang mencapai ratusan kilometer dan waktu pengerjaan hingga 20 tahun, proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu proyek infrastruktur jangka panjang terbesar Indonesia.
Prabowo pun menegaskan pemerintah harus berani memulainya sekarang, meski penyelesaiannya kemungkinan baru akan dirasakan oleh pemerintahan berikutnya.
"Bagaimanapun, kita harus berani mulai," tegas Prabowo.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda






Komentar (0)