Diduga Dianiaya, Oknum Guru di Jeneponto Melapor ke Polisi, 3 Perempuan Terancam Pidana

terkini.id
8 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Jeneponto – Seorang guru UPT SDN 14 Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Hj Nursiah Sinrang, S.Pd., melaporkan tiga orang perempuan yang diduga melakukan tindakan pengeroyokan terhadap dirinya ke Polres Jeneponto. Ketiga perempuan terlapor diduga merupakan orang tua dan wali siswa. 

Laporan tersebut tertuang dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: LP/B/548/VIII/2026/SPKT/Polres Jeneponto, Polda Sulsel.

Dalam surat penerimaan laporan itu diterangkan, pelapor atas nama Hj. Nursiah Sinrang, S.Pd., melaporkan dugaan Tindak Pidana Pengeroyokan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di UPT SDN 14 Kecamatan Tamalatea, di Tamanroya, Kelurahan Tamanroya, pada Rabu, 12 Agustus 2026. Adapun terlapor dalam laporan itu adalah tiga perempuan atas nama Kurniati alias Asseng, Hj Nia, dan Hj Rahma.

Dalam surat penerimaan laporan kepolisian itu juga diuraikan, dugaan tindak pidana penganiayaan terjadi terhadap Hj Nursiah Sinrang yang merupakan Wali Kelas 5A di UPT SDN 14 Tamalatea. Tindakan penganiayaan dengan memukul bagian kepala atas kiri dan kanan sebanyak 3 kali, memukul bagian muka 1 kali, memukul bagian dada 3 kali. 

Saat ditemui di ruang guru UPT SDN 14 Tamalatea, Jumat, 14 Agustus 2026, Hj Nursiah Sinrang mengungkapkan kronologi kejadian yang dialaminya.

“Saya tidak sangka sampai kemarin lusa (Rabu, 12 Agustus 2026) saya datang di sekolah, jam 7.20 Wita, ada satu guru yang baru datang, yang lainnya belum datang, yang ada juga security. Saya parkir motor saya, begitu selesai saya buka masker, langsung datang tiga orang menampar saya, setengah mati ka dipukuli, itu video yang beredar sudahma itu dipukuli, sampai-sampai jilbab saya hancur robek-robek,” tutur Hj Nursiah.

Ia mengaku hampir terjatuh akibat pemukulan tersebut.

“Saya hampir jatuh, seandainya bukan barangkali saya orang kuat, saya sudah jatuh. Sampai saya berteriak. Apa salahanku kareng, kita tanyakan, karena saya tidak tahu siapa anak ta, saat saya duduk baru dia bilang Affan, jadi saya bilang kalau Affan, na toa-toaia kareng (kurang ajarki sama saya), na bellok-bellokia kodong (na ejek-ejeka kasihan),” ungkapnya.

Hj Nursiah Sinrang berharap, kasus yang dilaporkan kepada pihak Kepolisian dapat diproses sesuai hukum yang berlaku,” Saya harap Polisi dapat menindak lanjuti laporan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” Harapnya. 

Sedangkan beberapa saksi yang melihat langsung kejadian pengeroyokan tersebut siap untuk bersaksi dan mengungkapkan fakta kejadian. 

Sementara orang tua siswa, Hj Rahmawati kepada terkini mengatakan, dirinya datang sendiri dan membantah melakukan pengeroyokan. 

“Jadi awalnya saya datang sendiri kesekolah pagi-pagi sekitar jam 7 lewat. Belum ada guru saya lihat, saya cari guru yang memukul anak saya sampai demam, datang anak-anak bilang memang Aji Affan di pukul hari Senin (10 Agustus 2026), begitu guru itu datang naik motor dan pakir motornya, saya sendiri datangi, saya bilang ini saya orang tua Affan yang kita cari, Affan bukan anak polisi, bukan anak tentara, dia anak yatim, saya sendiri yang besarkan, saya tidak rela anakku kita pukul, sampai-sampai demam tinggi,” kata ungkap Hj Rahmawati. 

Lebih lanjut, Hj Rahmawati membantah mengeroyok Hj Nursiah Sinrang, namun mengaku saling memukul,” dia mau jambak saya, jadi saya dorong, jilbabnya robek karena banyak orang yang merelai, yang dua orang datang saat saya sementara cekcok, jadi saling jambak, bukan menganiaya,” Jelasnya. 

Dimana sebelumnya diberitakan Oknum guru di UPT SDN 14 Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan diduga menganiaya siswanya hingga mengalami demam dan sakit pada leher saat menelan makanan atau minuman.

Peristiwa dugaan kekerasan tersebut terjadi pada Senin, 10 Agustus 2026. Korban adalah siswa kelas V berinisial A.

Kasus ini juga telah dilaporkan ke pihak Kepolisian oleh orang tua korban.

Orang tua korban, Hj Rahmawati, mengatakan awalnya ia tidak mengetahui penyebab anaknya demam sepulang sekolah pada hari Senin tersebut.

“Hari senin itu, pas pulang sekolah anak saya demam. Demamnya itu sampai tinggi sekali. Jadi saya tanya, kenapa?, dia  bilang tidak, ji, Mak. Ini anak takut. Takut karena saya pernah menegaskan, Nak, kalau ada masalah di luar, selesaikan di luar. Kita laki-laki. Kemudian besoknya pagi-pagi saya kasi bangun, tapi demamnya malah tambah tinggi, malah dia bilang, Mak bisa tidak saya pindah sekolah. Saya tanya kenapa nak? Kenapa harus pindah sekolah?,” ungkap Hj Rahmawati.

Menurut Hj Rahmawati, anaknya sempat ingin mengadu namun urung dilakukan.

“Anak saya sempat mau mengadu tapi saya langsung mengatakan kalau guru marah, pasti kamu nakal. Jadi tidak jadi mengadu ke saya,” ujarnya.

Hj Rahmawati baru mengetahui dugaan pemukulan yang dialami putranya setelah mendapat informasi dari orang tua siswa lain.

“Jadi saya tahu setelah ibu teman anakku mendatangi saya di tempat jualan. Datanglah seorang ibu bersama anaknya, anaknya juga tidak mau pergi sekolah. Dibilanglah sama saya, kalau kesekolah panggilka, Jadi aku bilang, apa aku cari?, dia bilang tidak dikasih tahu ki anakta? Apa itu?, waktu hari Senin dipukul sama gurunya? Anakku juga kena ancaman, sampai anakku juga tidak mau pergi sekolah,” ungkapnya.

Ia mengaku mendapat informasi dari berbagai sumber, termasuk dari orang tua siswa lain yang anaknya juga tidak berani ke sekolah karena diduga mendapat ancaman dari guru yang sama, serta dari pengakuan teman-teman korban


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Puan: Beda Pilihan Politik Wajar, Tapi Persatuan Harus Tetap Dijaga
• 10 jam lalu
0
thumb
RI Berhasil Swasembada Jagung dan Garam, Menko Zulhas: Kita Sudah Tidak Impor Lagi
• 6 jam lalu
0
thumb
TEGAS! Prabowo Tegur TNI-Polri soal Tambang Ilegal: "Untuk Apa Negara Kasih Pangkat?" | SAPA MALAM
• 3 jam lalu
0
thumb
Pidato Prabowo Jadi Momentum, Mukhtarudin Dorong Pekerja Migran Indonesia Makin Berkualitas
• 11 jam lalu
0
thumb
Api di Lapas Ngawi Berhasil Dipadamkan, Ratusan Napi Dievakuasi
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.