Polres Banyuasin Gandeng Warga dan Perusahaan Cegah Karhutla

detik.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Polda Sumatera Selatan melalui Polres Banyuasin memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan melibatkan masyarakat, pemerintah, TNI, Manggala Agni, hingga perusahaan. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus menekan potensi kebakaran sejak dini.

Upaya itu diwujudkan melalui sosialisasi dan imbauan pencegahan Karhutla yang digelar Polsek Tungkal Ilir di Aula Kantor Desa Teluk Tenggulang, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Banyuasin, Jumat (14/8).

Kegiatan dipimpin Kapolsek Tungkal Ilir Iptu Habel Kevin Siegers, dengan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, Manggala Agni Banyuasin, Babinsa, pemerintah desa, pelajar SMAN 1 Tungkal Ilir, serta perwakilan perusahaan perkebunan swasta.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai bahaya membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Selain merusak lingkungan, Karhutla dapat menimbulkan gangguan kesehatan akibat asap, menghambat aktivitas masyarakat dan perekonomian, serta berdampak terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.

Seluruh unsur yang terlibat juga didorong untuk meningkatkan pengawasan terhadap wilayah rawan Karhutla serta mempercepat penyampaian informasi apabila ditemukan titik api maupun indikasi kebakaran. Koordinasi dan respons sejak dini menjadi bagian penting agar potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino, menegaskan bahwa pencegahan menjadi langkah utama yang terus dikedepankan jajaran Polres Banyuasin dalam menghadapi ancaman Karhutla.

"Pencegahan harus menjadi langkah utama. Kami mengajak masyarakat, perusahaan, pemerintah desa, TNI, serta seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin," kata Risnan dalam keterangan tertulis, Jumat (14/8/2026).

Menurutnya, penanggulangan Karhutla tidak cukup hanya dilakukan ketika api telah muncul. Kesadaran masyarakat, kesiapsiagaan petugas, pengawasan wilayah serta keterlibatan dunia usaha menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya, mengatakan Polda Sumsel bersama jajaran terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga Sumatera Selatan dari ancaman Karhutla.

"Pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Polri akan terus hadir melalui edukasi, sosialisasi, pemantauan serta penguatan sinergi di lapangan. Kami mengajak masyarakat dan korporasi untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan setiap potensi kebakaran," ujar Nandang.

Ia menambahkan, langkah preventif tersebut tidak hanya ditujukan untuk mencegah munculnya titik api, tetapi juga melindungi kesehatan masyarakat, menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi, serta mempertahankan kelestarian lingkungan.

Keterlibatan masyarakat, pemerintah, TNI, Manggala Agni, dan perusahaan menunjukkan pencegahan Karhutla membutuhkan kerja bersama secara konsisten. Melalui penguatan edukasi, pengawasan, dan respons cepat dari tingkat desa, Polda Sumsel berkomitmen menjaga Banyuasin dan wilayah Sumatera Selatan tetap aman, sehat, serta bebas dari ancaman kabut asap akibat Karhutla.




(akn/ega)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Purbaya: Layer Baru Cukai Rokok Ditarget Berlaku 2026, Tarif Masih Dibahas DPR
• 20 jam lalu
0
thumb
Andi Yuliani Paris Minta Setoran Pajak SDA Diawasi Ketat agar Penerimaan Negara Optimal
• 12 jam lalu
0
thumb
BRIN Ungkap Cara Peneliti Cari Kolaborator hingga Dapat Dana Riset dari Luar Negeri
• 22 jam lalu
0
thumb
Mengenal Citra, Karateka Berprestasi Sekolah Rakyat yang Disebut Presiden
• 7 jam lalu
0
thumb
5 Berita Populer: Rekor Film India Dhurandhar; Transformasi Jenna Ortega
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.