Prabowo Perluas Digitalisasi Sekolah, Kini Ruang Kelas Indonesia Makin Modern

viva.co.id
22 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Presiden Prabowo Subianto memperluas agenda digitalisasi pendidikan dengan menambah tiga Papan Interaktif Digital (PID) di setiap sekolah di Indonesia. Kebijakan ini menjadi kelanjutan dari distribusi satu perangkat PID yang telah dilakukan pemerintah sebelumnya.

Jika target tersebut terealisasi, setiap sekolah nantinya memiliki empat ruang kelas yang dilengkapi perangkat pembelajaran digital. Pemerintah menargetkan tiga perangkat tambahan tersebut mulai tersedia hingga akhir Desember 2026.

Baca Juga :
Prabowo Usul LKPP Jadi Badan Pengadaan Pemerintah: Kita Hentikan APBN Dipakai Beli Barang yang Sama
Presiden Prabowo Targetkan Lifting Minyak Capai 610 Ribu per Barel pada 2027

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI di Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

“Tahun lalu kita berhasil membagikan satu layar setiap sekolah. Desember 31 (2026) kita akan membagikan tambahan tiga layar setiap sekolah,” ujar Prabowo, dikutip VIVA Jum'at, 14 Agustus 2026.

Setiap Sekolah Ditargetkan Punya Empat Ruang Kelas Digital

Ilustrasi ruang kelas/sekolah
Photo :
  • Pixabay/WOKANDAPIX

Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah sebelumnya telah mendistribusikan satu layar interaktif ke sekolah-sekolah.

Program tersebut kini diperluas dengan penambahan tiga perangkat. Artinya, apabila distribusi berjalan sesuai target, satu sekolah akan memiliki empat ruang kelas yang dapat menggunakan PID untuk mendukung proses belajar mengajar.

Perluasan ini diharapkan membuat pemanfaatan teknologi tidak hanya terpusat pada satu ruang kelas.

Guru Mendapat Akses Materi Lebih Luas

Menurut Prabowo, digitalisasi tersebut bukan sekadar menyediakan perangkat keras di sekolah.

PID akan digunakan untuk memperluas akses guru dan siswa terhadap kurikulum serta berbagai konten pembelajaran. Materi yang tersedia tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga dapat mencakup sumber pendidikan dari luar negeri.

“Guru-guru kita dimanapun punya akses kepada kurikulum, akses kepada konten. Di hampir semua bidang yang ada di kurikulum pendidikan sekolah di Indonesia dan di luar Indonesia. Mereka bisa mengulangi pelajaran,” ucapnya.

Dengan akses tersebut, guru di berbagai daerah diharapkan memiliki lebih banyak referensi ketika menyampaikan pelajaran.

Teknologi juga memungkinkan materi tertentu ditampilkan kembali ketika siswa membutuhkan penjelasan tambahan.

Siswa Bisa Mengulang Materi yang Belum Dipahami

Salah satu keunggulan pembelajaran digital yang disoroti pemerintah adalah fleksibilitas.

Siswa tidak harus langsung memahami materi dalam satu kali pembelajaran. Materi dapat dipelajari kembali beberapa kali sehingga siswa memiliki kesempatan untuk memperkuat pemahaman terhadap pelajaran yang dianggap sulit.

Baca Juga :
Prabowo Buka Jalan bagi Ilmuwan, Dokter, Ahli AI, Atlet, hingga Seniman untuk Bisa Dapat Kewarganegaraan Ganda
Prabowo Minta Warga Jujur Isi Data Sensus 2026, Ini Alasannya
Prabowo Dorong Kewarganegaraan Ganda Terbatas, Ini Syarat dan Kelompok yang Berpotensi Mendapatkannya

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Google Bakal Izinkan Pengguna Hapus Watermark AI di Beberapa Negara
• 2 jam lalu
0
thumb
Pendaftaran PCPM BI 2026 Ditutup Hari Ini, Kapan Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi?
• 21 jam lalu
0
thumb
Prabowo Usul Dwi Kewarganegaraan Diberikan kepada Talenta Terbaik Indonesia
• 22 jam lalu
0
thumb
DJ Perempuan Jadi Korban Kekerasan Seksual saat Private Party Oknum Pejabat di SCBD, Ini Kata Polisi
• 7 jam lalu
0
thumb
BATA Pikul Rugi dan Penjualan Menurun, Ditambah Saham Masih Kena Suspensi BEI
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.