Presiden Prabowo Subianto meminta kementerian dan lembaga tidak menghambur-hamburkan anggaran, karena lebih baik dialokasikan untuk peningkatan kesejahteraan guru.
Prabowo mengajak seluruh pihak seperti parlemen DPR RI dan DPD RI, seluruh lembaga negara, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, pekerja, petani, nelayan, tenaga kesehatan, guru, dan seluruh rakyat untuk mengawal agenda besar pemerintah dengan disiplin.
“Tidak boleh ada proyek yang hanya besar pada anggaran tetapi kecil manfaat nyata bagi rakyat. Tidak boleh ada insentif tanpa pekerjaan baru, tidak boleh ada investasi tanpa transfer teknologi. Setiap rupiah harus memiliki tujuan, setiap kebijakan harus memiliki ukuran, setiap pejabat harus memiliki pertanggung jawaban,” tegasnya saat Pidato Nota Keuangan RAPBN 2027, Jumat (14/8).
Prabowo menegaskan pemerintah harus mengabdi kepada rakyat dan memberikan solusi kepada kesulitan-kesulitan rakyat. Menurutnya, tugas pemerintah yang paling utama melindungi segenap rakyat dari ancaman kemiskinan, bahaya fisik, pemutusan hubungan kerja (PHK), hingga tidak mendapat pelayanan kesehatan.
Dia juga meminta seluruh tingkatan pemerintahan harus menghilangkan praktik korupsi, penipuan, markup, penggembungan dalam pembelanjaan, dan harus lebih efisien dalam pengeluaran, salah satunya untuk perayaan ulang tahun dan upacara.
“Saya gembira sekarang tidak ada lagi anggaran untuk ulang tahun kementerian. Ulang tahun kementerian cukup potong tumpeng di kantor saja dan saya berharap juga di semua provinsi dan semua kabupaten/kota jangan ada anggaran untuk merayakan ulang tahun besar-besaran,” tegas Prabowo.
Pasalnya, Prabowo menilai anggaran untuk keperluan seremoni semata lebih baik dialihkan untuk kesejahteraan rakyat terutama di sektor pendidikan.
“Lebih baik perbaiki sekolah, perbaiki rumah sakit, tingkatkan gaji guru daripada seremoni upacara-upacara. Tapi kalau upacara hari kemerdekaan secara terpusat itu wajib,” ungkap Prabowo.
Adapun postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027, yakni belanja negara ditargetkan sebesar Rp 4.097,2 triliun.
Sementara pendapatan negara diperkirakan mencapai Rp 3.426 triliun, sedikit naik dari Rp 3.153,6 triliun di APBN 2026. Lalu pembiayaan direncanakan sebesar Rp 671,2 triliun dengan defisit sebesar 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).






Komentar (0)