Wakil Sekjen DPP PDIP Bidang Pemerintahan Utut Adianto menanggapi pertemuan para sekretaris jenderal partai politik koalisi Indonesia Maju (KIM) yang digelar menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI di kediaman Sekjen Gerindra Sugiono pada Kamis (13/4) malam. Dalam pertemuan tersebut, tidak ada perwakilan dari PDIP.
Utut menilai, pertemuan antarpartai politik merupakan hal yang wajar dalam dinamika politik. Menurutnya, itu merupakan suatu strategi partai di dalam koalisi untuk satu visi, termasuk satu visi dalam penyampaian nota keuangan 2026 oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Kalau saya melihat orang bertemu, itu bagian dari part of the game kan, wajar-wajar. Mereka bersatu, mungkin mau satu visi menghadapi APBN, mau satu visi dalam nota keuangan,” kata Utut usai Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).
Pertemuan tersebut sebelumnya dihadiri sejumlah sekjen partai politik, antara lain Gerindra, Golkar, PKB, Demokrat, PAN, PKS, NasDem, PSI, PBB, Gelora, Garuda, dan Partai Rakyat Adil Makmur.
Di luar bahasan agenda tersebut, Utut mengatakan PDIP tetap memiliki catatan terhadap kinerja pemerintah.
“Kalau kami kan sudah punya catatan,” ujarnya.
Meski demikian, Utut menegaskan PDIP tetap mendukung upaya pemerintah, sekaligus akan memberikan kritik jika terdapat kebijakan yang dinilai belum tepat.
"Ya kalau kita kan memang mendukung, tetapi kalau ada yang dirasakan enggak pas, kita memberikan kritikan. Tetapi tidak menghajar ya, memberikan kritikan," kata dia.
Sebelumnya Sugiono mengatakan, pertemuan tersebut merupakan ajang silaturahmi dan juga momentum untuk memperkuat komunikasi dan silaturahmi antar parpol koalisi menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Pertemuan ini merupakan silaturahmi yang selama ini belum sempat dilakukan. Kami berkumpul dalam suasana kekeluargaan untuk menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus merefleksikan perjalanan koalisi selama hampir dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka,” kata Sugiono.
Menurut Sugiono, kehadiran para sekjen dari partai koalisi Indonesia Maju tersebut merupakan bentuk komunikasi politik yang terus dijaga dalam mengawal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Kabinet Merah Putih.
Sugiono menilai, peringatan Hari Kemerdekaan harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan semangat gotong royong. Kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendiri bangsa harus diisi melalui kerja bersama dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.






Komentar (0)