JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengungkap adanya 33 calon jemaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah Suci dari Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten.
Direktur Pengawasan Haji dan Umrah Ahmad Abdullah mengatakan, mereka dijadwalkan berangkat pada 11 Agustus 2026 menggunakan Batik Air penerbangan ID7282 menuju Kuala Lumpur.
"Tidak dapat diberangkatkan karena visa umrah belum diterbitkan (issued). Para calon jemaah tersebut diketahui menggunakan jasa Alisha Barda Wisata (ABW) yang diduga beroperasi tanpa izin sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU)," ujar Ahmad dalam keterangan resmi, Jumat (14/8/2026).
Baca juga: Kuota 8 Persen Haji Khusus Digugat ke MK, Dinilai Hanya untuk Calon Jemaah yang Kaya
Ahmad menegaskan bahwa Kemenhaj RI akan menindaklanjuti kasus ini melalui proses pengawasan dan penegakan hukum secara menyeluruh.
"Kami akan melakukan penindakan secara tegas terhadap travel maupun individu yang terbukti menyelenggarakan perjalanan ibadah umrah tanpa izin sebagai PPIU atau melakukan perbuatan yang merugikan jemaah," kata dia.
Ahmad menuturkan, tidak boleh ada lagi ruang bagi praktik penyelenggaraan umrah ilegal yang mengancam keselamatan, kepastian keberangkatan, dan hak-hak masyarakat.
"Kami mengimbau masyarakat agar hanya mendaftar melalui PPIU yang memiliki izin resmi, memastikan seluruh pembayaran dilakukan kepada perusahaan yang berizin," ujar dia.
Baca juga: Survei: 83 Persen Calon Jemaah Haji Sulit Menabung karena Pendapatan Tak Menentu
Ahmad juga meminta masyarakat memverifikasi jadwal keberangkatan dan status visa, serta melakukan pengecekan legalitas penyelenggara melalui layanan resmi Kementerian sebelum melakukan transaksi.
Selain itu, calon jemaah juga dapat langsung mendatangi Kantor Wilayah Kemenhaj di Provinsi dan Kantor Haji Kabupaten/Kota untuk mengetahui informasi mengenai travel haji dan umrah.
Sebagai langkah koordinatif, Kemenhaj memastikan penanganan 33 jemaah itu dialihkan kepada PT Wal Mahabbul Arafah (PPIU yang memiliki izin resmi).
Sebanyak 24 jemaah dipastikan berhasil diberangkatkan ke Tanah Suci menggunakan Garuda Indonesia penerbangan GA982.
Sementara itu, sembilan jemaah lainnya memilih membatalkan keberangkatan dan meminta pengembalian dana.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang





Komentar (0)