HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) mendorong pengembang mengubah strategi pemasaran rumah subsidi. Pengembang tidak lagi cukup hanya menawarkan unit hunian, tetapi juga harus hadir sebagai pemberi solusi dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai skema subsidi pemerintah.
Pendekatan tersebut dinilai penting untuk memperluas akses kepemilikan rumah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Ketua Umum DPP Apersi Deddy Indrasetiawan mengatakan, masih banyak masyarakat yang belum memahami secara utuh fasilitas dan kemudahan yang diberikan pemerintah melalui program rumah subsidi.
Karena itu, tenaga pemasaran pengembang dituntut tidak sekadar menawarkan rumah, tetapi mampu menjelaskan kemampuan finansial calon pembeli.
“Pemasaran itu bukan memasarkan rumah. Tapi kita itu memberi solusi bagi calon pembeli,” kata Deddy saat menghadiri Apersi Property Expo (Apex) 2026 di Mal Panakkukang Makassar, Kamis (13/8).
Menurut Deddy, calon pembeli perlu mendapatkan informasi yang jelas mengenai kemampuan mereka berdasarkan penghasilan. Termasuk besaran cicilan yang harus dibayarkan serta fasilitas yang diberikan pemerintah.
Edukasi tersebut diharapkan membantu masyarakat mengambil keputusan pembelian sesuai dengan kemampuan finansial masing-masing.
Deddy mencontohkan, masyarakat perlu mengetahui berbagai komponen yang mendapatkan subsidi dari pemerintah, termasuk fasilitas pembiayaan dan kemudahan dalam proses kepemilikan rumah.
“Berikan penjelasan, sehingga para calon pembeli ini bisa membeli rumah,” ujarnya.
Dia menilai pendekatan tersebut berbeda dengan pola pemasaran konvensional yang lebih banyak mengandalkan promosi melalui brosur maupun ajakan membeli.
Menurut Deddy, pengembang perlu membangun komunikasi yang lebih informatif dengan calon konsumen. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya mengetahui produk rumah yang ditawarkan, tetapi juga memahami mekanisme pembiayaan serta konsekuensi finansialnya.
Apex 2026 menjadi salah satu sarana Apersi untuk menjalankan pendekatan tersebut. Pameran yang digelar DPD Apersi Sulsel itu mempertemukan pengembang dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan berbagai pilihan rumah subsidi yang tersedia di Makassar dan sekitarnya.
“Ini jadi satu media promosi memberikan kepada masyarakat bahwa ini loh perumahan yang rumah subsidi ada di wilayah ini. Saat ini mungkin masyarakat belum banyak tahu,” katanya.
Deddy berharap kegiatan tersebut dapat memperluas informasi mengenai ketersediaan rumah subsidi sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terkait program kepemilikan rumah.
Sementara itu, Ketua Panitia Apex 2026 Akbar Yusuf mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara pelaku usaha properti, calon pembeli, dan pemangku kepentingan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pengembang, dan asosiasi diperlukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan hunian masyarakat.
“Kita juga sebagai developer ingin menyatukan visi antara pemerintah, pelaku usaha, dan asosiasi perumahan dalam mendukung program tiga juta rumah,” ujar Akbar.
Selain mempertemukan pengembang dan calon konsumen, Apex 2026 juga diarahkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Akbar mengatakan masyarakat perlu mendapatkan informasi yang memadai mengenai akses pembiayaan dan kepemilikan rumah layak.
Dengan demikian, pameran tidak hanya menjadi ajang promosi produk properti, tetapi juga menjadi ruang edukasi agar masyarakat dapat menentukan pilihan hunian sesuai kebutuhan dan kemampuan finansialnya.






Komentar (0)