Prabowo Klaim Penghasilan Driver Ojol Naik 3 Kali Lipat Usai Potongan Aplikator Dipangkas

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Kebijakan tersebut merupakan intervensi pemerintah kepada perusahaan aplikator untuk memperbesar pendapatan pengemudi.

Prabowo Klaim Penghasilan Driver Ojol Naik 3 Kali Lipat Usai Potongan Aplikator Dipangkas (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto mengeklaim penghasilan driver ojek online (ojol) naik tiga kali lipat setelah potongan aplikator turun menjadi 8 persen.

Kebijakan tersebut merupakan intervensi pemerintah kepada perusahaan aplikator untuk memperbesar pendapatan pengemudi. 

Baca Juga:
Prabowo Usulkan Pengadilan Ad Hoc untuk Direksi BUMN dalam 30 Tahun Terakhir

"Tadinya pengemudi ojol hanya dapat 80 persen dari upaya kerja mereka karena aplikator minta 20 persen. Tapi dengan rekomendasi pemerintah, saya nggak mau sebut intervensi, saya pakai istilah rekomendasi, tapi sebetulnya ya agak intervensi juga," ujar Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Menurut Prabowo, melalui kebijakan tersebut pengemudi ojol kini memperoleh 92 persen dari pendapatan yang dihasilkan, sedangkan bagian aplikator dibatasi sebesar 8 persen dari sebelumnya 20 persen.

Baca Juga:
Prabowo Beberkan Lonjakan Laba BUMN, 4 Raksasa Pelat Merah Masuk Radar IPO Danantara

"Tapi dengan intervensi pemerintah, para pengemudi sekarang mendapatkan 92 persen dari hasil mereka, dan banyak pengemudi sekarang melaporkan penghasilan mereka naik signifikan, ada yang 2x, ada 3x lebih tinggi," katanya.

Prabowo mengatakan, kebijakan pembagian pendapatan antara pengemudi ojol dan aplikator merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekonomi kerakyatan.

Baca Juga:
IHSG Sesi I Naik ke 6.337, Saham TINS Melompat 2,96 Persen Terkerek Pidato Prabowo

Kebijakan ini tidak hanya menyasar pekerja berbasis platform digital, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Karena kekuatan ekonomi kita ada di UMKM, kita juga telah mengatur pembagian hasil yang lebih adil bagi pengemudi-pengemudi ojek online dan aplikator," ujar Prabowo.

Baca Juga:
Prabowo Proyeksikan Setoran Dividen BUMN Tembus Rp200 triliun di 2026

Dia menambahkan, kekuatan ekonomi Indonesia tidak hanya bertumpu pada korporasi besar. Ekonomi nasional juga ditopang masyarakat di tingkat akar rumput, mulai dari pedagang, perajin, perempuan kepala keluarga, anak muda, hingga pelaku UMKM.

Karena itu, pemerintah akan terus mendorong kebijakan yang memastikan aktivitas ekonomi memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat, termasuk pekerja dan pelaku usaha kecil.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi dan investasi bukan merupakan tujuan akhir pemerintah. Menurutnya, manfaat dari aktivitas ekonomi harus dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Setiap rupiah investasi harus menciptakan pekerjaan. Setiap kebijakan harus memperbaiki kehidupan rakyat," katanya.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mengenal Kafka Bintang, Jagoan Clash of Champions dari Kedokteran Unhan yang Dijuluki 'Karakter Wattpad'
• 23 jam lalu
0
thumb
Menjajal Travel Listrik Farizon SV, Lega sampai Bisa Berdiri di Kabin
• 7 jam lalu
0
thumb
Sidang Tahunan MPR, Tak Ada Lagi Aksi Joget
• 17 jam lalu
0
thumb
Dukung Ketahanan Energi, Polda Sumsel Perkuat Penataan Sumur Minyak Rakyat
• 1 jam lalu
0
thumb
Konsisten Kurangi Emisi Karbon, BLES Operasikan 43 Forklift Listrik di Lima Pabrik
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.