Bank Indonesia Menegaskan Rupiah Menjadi Simbol Persatuan dan Kedaulatan Negara

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ricky P. Gozali menegaskan rupiah bukan sekadar alat transaksi keuangan, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ricky menyampaikan pernyataan tersebut dalam pembukaan Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (Ferbi) 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

"Di setiap lembar dan keping uang yang beredar, Rupiah telah menjadi simbol persatuan dan kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia," kata Ricky.

Menurut dia, penyelenggaraan Ferbi 2026 yang berdekatan dengan peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi pengingat bahwa kedaulatan tidak hanya dijaga secara fisik di wilayah perbatasan.

Kedaulatan juga perlu dijaga melalui simbol, institusi, dan instrumen yang menyatukan bangsa, termasuk rupiah.

BI Pastikan Rupiah Tersedia di Seluruh Indonesia

Ricky mengatakan rupiah selain menjadi simbol kedaulatan juga berperan sebagai penggerak perekonomian, pembuka peluang usaha, pendukung kesejahteraan, dan sarana transaksi masyarakat.

Bank Indonesia berkomitmen menyediakan rupiah dalam berbagai pecahan untuk mendukung aktivitas perekonomian nasional hingga seluruh wilayah NKRI.

"Bank Indonesia terus berkomitmen untuk menyediakan rupiah dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai, kualitas yang baik, dari waktu yang tepat di seluruh wilayah NKRI," katanya.

Upaya menjaga kedaulatan rupiah dilakukan melalui sinergi dengan berbagai mitra strategis lintas sektor.

BI antara lain bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara untuk mendistribusikan rupiah ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Sinergi juga dilakukan bersama Bareskrim Polri, Brimob Polri, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, serta kementerian dan lembaga dalam pengelolaan uang rupiah secara nasional.

BI Transformasikan Pengelolaan Uang Rupiah

Bank Indonesia memastikan uang rupiah yang beredar memiliki kualitas layak, tersedia dalam pecahan yang cukup, serta aman di seluruh wilayah Indonesia.

Perkembangan transaksi nontunai dan digitalisasi turut mendorong perubahan dalam industri Pengelolaan Uang Rupiah (PUR).

"Bank Indonesia melakukan transformasi PUR melalui tiga hal pertama, yakni modernisasi jaringan distribusi PUR, kedua menerapkan digitalisasi PUR secara end-to-end, dan ketiga penerapan prinsip sustainability," katanya.

Transformasi tersebut turut menghasilkan sejumlah penghargaan internasional bagi pengelolaan rupiah oleh BI.

Uang rupiah tahun emisi 2022 memperoleh penghargaan Best New Banknote Series IACA 2023, sementara pecahan Rp50.000 mendapatkan pengakuan sebagai uang kertas dengan tingkat keamanan terbaik di dunia.

Distribusi rupiah hingga wilayah 3T juga memperoleh penghargaan Currency Initiative dari Central Banking Awards, sedangkan proyek berkelanjutan bersama PLN meraih Best New Environmental Sustainability Project dari IACA.

Melalui Ferbi 2026, BI mengajak masyarakat menjaga kedaulatan rupiah sekaligus memperkuat kolaborasi, inovasi, dan persatuan agar Indonesia semakin bermartabat di dunia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Prabowo Apresiasi Keberanian Pelaku Usaha Bangun Industri Motor Listrik Nasional
• 2 jam lalu
0
thumb
Jadwal Arsenal vs Manchester City di Community Shield 2026, Main Akhir Pekan Ini
• 17 jam lalu
0
thumb
Reza Arap Sebut Tepe Jadi Aktor Paling Sulit Diarahkan di Harusnya Horror, Alasannya Sepele Banget!
• 3 jam lalu
0
thumb
Bung Ropan Ramal Starting XI Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup: Jay Idzes hingga Ole Romeny
• 13 jam lalu
0
thumb
Literasi Keuangan Syariah Turun, Ekonom Dorong Pendekatan Top-Down
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.