Prabowo Usulkan Pengadilan Ad Hoc untuk Direksi BUMN dalam 30 Tahun Terakhir

idxchannel.com
59 menit lalu
Cover Berita

Prabowo ingin membentuk suatu lembaga pengadilan khusus guna mengusut pelanggaran yang terjadi belakangan.

Prabowo Usulkan Pengadilan Ad Hoc untuk Direksi BUMN dalam 30 Tahun Terakhir. (Foto: YouTube/Sekretariat Presiden)

IDXChannel—Presiden Prabowo Subianto mengusulkan pembentukan suatu pengadilan ad hoc khusus. Pengadilan itu akan difungsikan mengusut dugaan pelanggaran yang dilakukan jajaran direksi perusahaan BUMN selama 30 tahun ke belakang.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Baca Juga:
IHSG Sesi I Naik ke 6.337, Saham TINS Melompat 2,96 Persen Terkerek Pidato Prabowo

Mulanya, Prabowo mengatakan, sejak Danantara dibentuk, ditemukan ada 1.074 perusahaan BUMN. Jumlah ini cukup mengejutkannya, sebab Prabowo mengira jumlah perusahaan BUMN hanya sekitar 300-400 perusahaan. Ia mengatakan, perusahaan BUMN ini juga kadang berjalan tidak semestinya.

"BUMN-BUMN ini kadang-kadang bekerja seenaknya. Tidak bertanggung jawab kepada bangsa, kepada negara, pemerintah tidak dianggap. Saya tidak paham bagaimana bisa terjadi seperti ini," ujar Prabowo.

Baca Juga:
Prabowo Proyeksikan Setoran Dividen BUMN Tembus Rp200 triliun di 2026

Karena itu, Prabowo ingin membentuk suatu lembaga pengadilan khusus guna mengusut pelanggaran yang terjadi belakangan.

"Mungkin harus kita bentuk suatu pengadilan ad hoc khusus untuk kita usut, untuk kita usut pengurus-pengurus, direksi 30 tahun ke belakang mungkin," ungkap dia.

Baca Juga:
Prabowo Beberkan Lonjakan Laba BUMN, 4 Raksasa Pelat Merah Masuk Radar IPO Danantara

Namun, Prabowo juga ingin memberikan pengampunan kepada mereka yang terbukti melakukan pelanggaran hukum. Amnesti diberikan bagi mereka yang sadar. Usulan itu ia serahkan kepada legislatif untuk memutuskan.

"Saya juga akan menghadapi majelis, saya akan menghadapi DPR, saya akan minta, kalau perlu kita memberi juga peluang semacam amnesti khusus, untuk mereka yang taubat, mereka yang sadar, mereka yang mengakui," kata Prabowo.

"Nah, ini saya serahkan kepada wakil-wakil rakyat untuk memutuskan," tambahnya.

Prabowo menegaskan, sudah terlalu banyak BUMN yang tidak produktif. Seringkali, mereka bahkan memalsukan laporan keuangannya.

"Terlalu banyak BUMN yang tidak produktif. Rugi terus laporannya untung. Ngarang aja untungnya itu. Kita kena masalah, karena banyak perusahaan-perusahaan asing kan kerja sama dengan BUMN kita," jelasnya.


(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Demi Ringankan Beban Mahasiswa, Dedi Mulyadi Usulkan Syarat beasiswa KIP Jadi Rp 10 Juta, Ini Alasannya
• 6 jam lalu
0
thumb
Sugiono soal Bertemu Para Sekjen Parpol: Pemerintah Butuh Dukungan & Pengawasan
• 13 jam lalu
0
thumb
504 Dapur MBG Tidak Layak Langsung Ditutup Permanen, BGN Tengah Periksa 3000 Dapur Lainnya
• 5 jam lalu
0
thumb
Tantangan Kubu Jokowi ke Dokter Tifa: Silakan Tidak Usah Hadir Saat Dipanggil, Kita Lihat Saja Nanti
• 12 jam lalu
0
thumb
Anggota DPR Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,2% Bukti Indonesia Mampu Tahan Tekanan Global
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.