LAMPUNG SELATAN, iNews.id - Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada Jumat (14/8/2026) pagi. Erupsi gunung api aktif ini terjadi pukul 08.24 WIB dan terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 42 milimeter serta durasi selama 89 detik.
Berdasarkan laporan petugas pengamatan gunung api Muhammad Dika Nurzaman, tinggi kolom erupsi Gunung Anak Krakatau tidak teramati. Aktivitas vulkanis tersebut tetap tercatat melalui alat pemantau kegempaan.
"Terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada hari Jumat, 14 Agustus 2026, pukul 08:24 WIB. Tinggi kolom erupsi tidak teramati," tulis Badan Geologi.
Meski kolom abu tidak terlihat, getaran akibat aktivitas erupsi berhasil direkam oleh seismograf. Data pengamatan menunjukkan amplitudo maksimum erupsi mencapai 42 milimeter dengan durasi 89 detik.
Petugas pengamatan gunung api terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau untuk memastikan kondisi terkini.
Baca Juga:Rawat Toleransi, Rampeani Rachman Perindo Realisasikan Aspirasi Jemaat Gereja di MimikaPascaerupsi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan masyarakat, wisatawan, pengunjung, maupun pendaki diminta untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau demi menjaga keselamatan.
#lampung





Komentar (0)