Dari 1.044 ke 200, Demokrat Puji Gebrakan Perampingan BUMN

wartaekonomi.co.id
6 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Herman Khaeron menilai kinerja badan usaha milik negara (BUMN) di bawah koordinasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Penilaian tersebut disampaikan di tengah proses penggabungan sejumlah BUMN dengan lini bisnis serupa.

Herman mengatakan perampingan BUMN menjadi salah satu proses yang tengah berjalan di bawah Danantara. Penggabungan perusahaan dengan klaster maupun bidang usaha sejenis dinilai sejalan dengan upaya meningkatkan pendapatan dan efisiensi BUMN.

"Pertama, Danantara tentu sebagai sumber pendapatannya adalah dari BUMN. Dan saat ini BUMN sedang dilakukan menciutkan ya, sedang dilakukan penggabungan-penggabungan beberapa BUMN baik yang klasternya sama maupun BUMN yang memiliki usaha sejenis," ujar Herman menjelang Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Menurut Herman, proses perampingan tersebut menargetkan penyederhanaan jumlah BUMN. Ia menyebut proses tersebut diarahkan dari 1.044 menjadi 200, dari kurang lebih 250 BUMN.

"Nah, ini yang sedang diupayakan dari 1.044 menjadi 200, dari kurang lebih 250 BUMN. Tentu ini adalah proses, sambil juga terus menggenjot terhadap peningkatan pendapatan," kata Herman.

Herman menilai proses konsolidasi yang berlangsung mulai menunjukkan perkembangan positif. Hal itu terlihat dari peningkatan produktivitas dan pengelolaan aset BUMN.

"Dan alhamdulillah, kalau melihat dari sisi pendapatan memang sampai hari ini, apakah itu melalui efisiensi, peningkatan produktivitas, maupun dari revitalisasi terhadap aset-aset BUMN yang sekarang berlangsung, tentu kalau kita lihat pertumbuhannya cukup baik," ucapnya.

Menurut Herman, peningkatan pendapatan BUMN didorong sejumlah langkah, mulai dari efisiensi, peningkatan produktivitas hingga revitalisasi aset.

Baca Juga: Danantara Diminta Jadi Lokomotif Baru Pertumbuhan Ekonomi, Bukan Sekadar Andalkan APBN

Baca Juga: Danantara Didesak Buka Kontribusi Pertumbuhan Ekonomi untuk Kejar Target 8%

Proses tersebut menjadi bagian dari penataan BUMN yang saat ini masih berlangsung di bawah koordinasi Danantara. Penggabungan perusahaan dengan bidang usaha maupun klaster yang serupa dilakukan bersamaan dengan upaya meningkatkan pendapatan.

Herman juga mengapresiasi capaian BUMN di tengah kondisi global yang dinilainya penuh tantangan. Dia mendorong kerja sama antarpihak untuk mendukung perekonomian nasional.

"Ingat, bahwa ini di tengah tantangan global yang tidak sederhana, di bawah tekanan internasional. Oleh karenanya, saya kira dengan kekompakan, dengan persatuan, dengan gotong royong, saya kira kami optimistis bahwa ekonomi Indonesia ke depan akan lebih baik," tuturnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Backlog Kepemilikan Rumah Turun Jadi 12,39 Persen, BPS Ungkap Rinciannya
• 8 jam lalu
0
thumb
Spesifikasi Cakra NX1, Motor Listrik Nasional yang Dirilis Prabowo
• 23 jam lalu
0
thumb
Realisasi Investasi Makassar Tembus Rp2,7 Triliun, Pemkot Optimistis Lampaui Capaian 2025
• 22 jam lalu
0
thumb
Contoh Sambutan Ketua RT pada Malam Tirakatan 17 Agustus 2026 yang Bisa Jadi Referensi
• 22 jam lalu
0
thumb
Bukan Pamer! Anggun C Sasmi Bongkar Alasan Tak Pernah Lepas Cincin Berliannya, Ternyata Punya Makna Mendalam
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.