JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto mengingat kembali sumpah saat dirinya dilantik sebagai Presiden RI bersama Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden RI pada 20 Oktober 2024, yakni bekerja untuk semua orang termasuk untuk yang tidak memilihnya di pemilu.
“Pada hari itu, 20 Oktober 2024, di hadapan majelis terhormat, di hadapan seluruh rakyat Indonesia, dan yang paling penting dihadapan Tuhan Yang Maha Kuasa, saya telah bersumpah akan menjalankan kepemimpinan negara dan bangsa dengan tulus dan jujur. Mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia, termasuk mereka yang tidak memilih saya,” kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama MPR-DPR-DPD 2026, di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Baca juga: Prabowo Klaim Harga Pupuk Turun 20 Persen, Pertama Kali dalam Sejarah RI
Prabowo mengatakan, selama 21 bulan memimpin pemerintahan, ia berpegang pada empat pedoman utama untuk menunaikan janji dan sumpahnya sebagai presiden.
“Pertama, kami bekerja untuk menjaga dan melaksanakan perintah-perintah Undang Undang Dasar Republik Indonesia 1945,” jelas Prabowo.
Kedua, pemerintah berkomitmen menjaga, menjalankan, dan melindungi kepentingan inti nasional yang vital atau the core and vital national interest.
Baca juga: Prabowo Akui 21 Bulan Menjabat, Belum Semua Janji Politik Tertunaikan
Menurut Prabowo, hal itu termasuk menjaga dan mengelola kekayaan bangsa Indonesia sebaik-baiknya agar dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.
“Ketiga, kami bekerja untuk mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” imbuh Kepala Negara.
Keempat, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah selalu berorientasi pada kepentingan rakyat, termasuk kepentingan anak dan cucu rakyat di masa depan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Komentar (0)