HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami musibah ditanamkan UPTD SPF SD Inpres Bertingkat Labuang Baji melalui aksi penggalangan bantuan untuk warga Kandea.
Bantuan tersebut dikumpulkan dari keluarga besar sekolah, mulai kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan, peserta didik, hingga orang tua atau wali murid.
Kepala UPTD SPF SD Inpres Bertingkat Labuang Baji, Reni Astuty Latif, S.Pd., M.Pd., mengatakan penggalangan bantuan dilatarbelakangi rasa kepedulian dan solidaritas keluarga besar sekolah terhadap masyarakat Kandea yang tengah menghadapi musibah.
Menurut dia, aksi sosial tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu meringankan beban korban. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi peserta didik.
“Penggalangan bantuan ini dilatarbelakangi oleh rasa kepedulian dan solidaritas keluarga besar sekolah terhadap masyarakat Kandea yang mengalami musibah,” kata Reni.
Dia mengatakan, sekolah ingin mengajarkan kepada peserta didik bahwa kepedulian, gotong royong, dan membantu sesama merupakan bagian penting dari pendidikan karakter.
Dengan terlibat langsung dalam aksi sosial, siswa diharapkan tidak hanya memahami nilai kepedulian melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga mampu mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pengumpulan bantuan dilakukan setelah pihak sekolah memperoleh informasi mengenai musibah yang dialami masyarakat Kandea.
Aksi tersebut melibatkan seluruh keluarga besar UPTD SPF SD Inpres Bertingkat Labuang Baji. Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, serta orang tua dan wali murid ikut berpartisipasi dalam pengumpulan bantuan.
Bantuan yang berhasil dihimpun berupa kebutuhan pokok dan sejumlah barang untuk membantu masyarakat terdampak.
Di antaranya pakaian, beras, mi instan, serta bantuan uang tunai.
Dari hasil pengumpulan, bantuan uang yang disalurkan mencapai Rp1,2 juta. Sementara bantuan dalam bentuk barang diserahkan berupa pakaian, beras, dan mi.
Reni mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas keluarga besar sekolah terhadap masyarakat yang sedang membutuhkan dukungan.
“Kami ingin anak-anak belajar bahwa ketika ada saudara kita yang mengalami musibah, kita harus hadir dan membantu sesuai dengan kemampuan yang kita miliki,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk menumbuhkan empati peserta didik sejak dini.
Nilai gotong royong, kepedulian sosial, dan empati dinilai penting untuk terus ditanamkan kepada anak-anak melalui kegiatan nyata.
“Kepedulian, gotong royong, membantu sesama, dan empati merupakan nilai-nilai yang perlu terus ditanamkan kepada peserta didik,” tuturnya.
Reni berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kandea dan sedikit meringankan beban mereka setelah mengalami musibah.
Dia juga mengapresiasi seluruh pihak di lingkungan sekolah yang telah ikut berpartisipasi dalam penggalangan bantuan tersebut.
“Semoga bantuan ini bisa bermanfaat dan sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah di Kandea,” pungkasnya.






Komentar (0)