Gempa Kolombia: Waktu Pencarian Korban Selamat Kian Sempit, Tim SAR Minta Warga Heningkan Suara

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Warga dan petugas penyelamat menyisir reruntuhan bangunan pascagempa bumi yang mengguncang Cali, Kolombia, Senin, 10 Agustus 2026. (Sumber: AP Photo/Santiago Saldarriaga)

CALI, KOMPAS.TV - Dengan tangan terangkat dan tinju terkepal, para petugas penyelamat di Kolombia menyerukan keheningan pada Kamis (13/8/2026). 

Mereka berpacu dengan waktu untuk mendengarkan tanda-tanda kehidupan di balik reruntuhan, demi menyelamatkan korban gempa sebelum kesempatan itu habis.

Seruan untuk mengheningkan suara ini menjadi bagian dari upaya terakhir untuk menemukan korban selamat setelah negara itu diguncang gempa bermagnitudo 7,4 pada Senin lalu.

Bencana ini telah menewaskan lebih dari 280 orang. Selain itu, ada ratusan orang lainnya yang dilaporkan masih hilang.

“Sayangnya, kita mulai mencapai titik di mana probabilitas menemukan korban selamat makin menipis,” ujar Direktur Badan Nasional Penanggulangan Risiko Bencana Kolombia, David Santiago Tamayo, dalam konferensi pers Kamis malam.

“Namun, misi kami adalah tidak pernah berhenti mencari dan menemukan semua orang yang dilaporkan hilang.”

Baca Juga: 181 Orang Tewas dalam Gempa Kolombia, Tim SAR Berpacu dengan Waktu Cari Korban Selamat

Badan-badan bantuan kemanusiaan menilai dua hingga tiga hari pertama pascagempa merupakan periode emas untuk mengevakuasi korban selamat. Korban yang terjebak di dalam reruntuhan berpeluang bertahan hidup lebih lama jika mendapatkan akses air dan makanan.

Otoritas setempat mengonfirmasi jumlah korban tewas melonjak menjadi 281 orang pada Kamis, sementara 348 orang berhasil dievakuasi dan diselamatkan dari puing-puing bangunan.

Momen Kritis dan Harapan yang Tersisa

Kendati waktu kian mendesak, Tim SAR, pihak keluarga, dan para relawan di seluruh negeri terus menggantungkan harapan.

“Mungkin masih ada dua orang lagi yang hidup di sini, dan saya optimistis,” kata Daiana Rojas, seorang relawan penyelamat, seperti dikutip dari The Associated Press.

“Kami mendengar suara-suara sejak pukul 02.30 pagi, jadi harapan kami tetap ada.”

Rojas dan keluarganya berhasil selamat dari guncangan gempa terkuat yang melanda Kolombia pada abad ini. Ia kemudian mendaftarkan diri sebagai relawan untuk membantu pencarian korban di Cali, salah satu kota terdampak paling parah selain Pereira, Manizales, dan Quibdo.

“Saya mengira itu akan menjadi momen terakhir saya hidup. Melihat situasi ini di kota saya sungguh menghancurkan hati,” tutur Rojas mengingat kepanikan saat gempa terjadi.

Rojas menyaksikan langsung detik-detik dua orang dievakuasi dalam keadaan hidup dari reruntuhan, serta proses pengangkatan jenazah korban tewas.

“Mereka bukan kerabat atau teman saya, tetapi rasanya seperti keluarga sendiri,” ujarnya.

“Setiap kali petugas SAR meminta keheningan, semua orang langsung diam dan berusaha tidak bergerak, berbicara, atau berbisik. Namun, ketika tanda-tanda kehidupan ditemukan, seluruh tim bersorak dan bertepuk tangan.”

Ujian Berat Pemerintahan Baru

Bencana skala besar ini menjadi ujian berat bagi Presiden baru Kolombia, Abelardo de la Espriella, beserta jajaran pemerintahannya yang kini bergerak cepat mengerahkan tanggap darurat di tengah masuknya bantuan internasional.

“Situasinya kompleks, tetapi kami mengerahkan seluruh kapasitas kami dan juga bantuan yang datang dari negara-negara sahabat,” tutur Presiden De la Espriella.

Presiden menambahkan, hampir 400 orang masih dinyatakan hilang, meski basis data independen yang dikelola masyarakat mencatat angka hilang menembus lebih dari 4.200 orang.

Baca Juga: Gambar Udara! Dampak Ngeri Gempa di Kolombia: Bangunan Hancur, Puing di Jalanan

Selain itu, lebih dari 3.900 orang dilaporkan luka-luka, nyaris 10.600 rumah hancur total, dan lebih dari 65.800 rumah mengalami kerusakan. Secara keseluruhan, ada lebih dari 44.900 keluarga yang terdampak langsung oleh gempa ini.

Pemerintah mengakui operasi SAR kini memasuki fase kritis dan kelam, di mana tim pencari mulai mengalihkan fokus pada evakuasi jenazah. Kendati demikian, pencarian korban selamat tetap menjadi prioritas utama pemerintah.

“Prioritas kami adalah menyelamatkan nyawa. Merekalah manusia-manusia yang masih terjebak di bawah reruntuhan,” kata De la Espriella.

Di sisi lain, gempa susulan bermagnitudo 4,2 kembali mengguncang kawasan San Jose del Palmar di wilayah Choco—pusat gempa utama—pada Kamis. Badan Geologi Kolombia mencatat lebih dari 160 gempa susulan telah mengguncang negara tersebut sejak Senin.

Kolombia, negara dengan populasi 54 juta jiwa, mencatatkan rata-rata 2.500 kali gempa bumi setiap bulannya. Sebagian besar berkekuatan kecil, atau setara dengan sekitar 80 kali getaran per hari.

Penulis : Tussie Ayu Editor : Tito-Dirhantoro

Sumber : The Associated Press

Tag
  • gempa kolombia
  • gempa besar
  • penyelamatan korban gempa
  • pencarian korban gempa
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Naura Ayu Ungkap Persiapan Menuju Cerita Penuh Cahaya Live Showcase
• 19 jam lalu
0
thumb
Presiden Prabowo Tegaskan Negara Harus Memudahkan Rakyat
• 3 jam lalu
0
thumb
Prabowo Warning Pengguna Motor Bensin, Sebut Motor Listrik Lebih Hemat
• 20 jam lalu
0
thumb
Gaji PNS Tak Naik Dua Tahun, Ini Besarannya Berdasarkan Golongan
• 23 jam lalu
0
thumb
Mensesneg Sebut Bakal Ada Kejutan di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.