Presiden RI Seharian Tidak Keluar Kamar Menulis Pidato Kenegaraan

harianfajar
8 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pidato kenegaraan yang disampaikan setiap momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi salah satu agenda penting Presiden. Namun, jauh sebelum pidato kenegaraan disampaikan, proses penyusunannya telah melalui persiapan panjang.

Sejarah mencatat, Presiden pertama RI Soekarno bahkan pernah menghabiskan waktu seharian penuh untuk menyusun pidato kenegaraan.

Kisah tersebut diungkap putra Soekarno, Guntur Soekarnoputra, dalam memoarnya berjudul Bung Karno: Bapakku, Kawanku, Guruku yang terbit pada 1977.

Guntur mengisahkan, setiap memasuki pertengahan Agustus, dirinya selalu melihat sang ayah sibuk mempersiapkan pidato kenegaraan. Soekarno berkonsentrasi penuh menyusun gagasan yang akan disampaikan kepada rakyat Indonesia.

Tak sekadar menulis, Soekarno juga berdiskusi dengan sejumlah orang penting. Mulai menteri hingga tokoh masyarakat. Berbagai bahan dikumpulkan sebagai referensi, termasuk buku, koran, majalah, serta pemberitaan dari luar negeri.

Guntur bahkan masih mengingat ketika Soekarno memintanya mengambil sejumlah buku karya tokoh dunia. Salah satunya Declaration of Independence karya Thomas Jefferson.

“Tok!! Bawa kemari Declaration of Independent dari Thomas Jefferson,” kata Soekarno kepada Guntur, sebagaimana dikutip dari memoar Bung Karno: Bapakku, Kawanku, Guruku (1977).

Permintaan tersebut membuat Guntur harus beberapa kali mengambil buku yang dibutuhkan ayahnya. Sementara Soekarno tetap berkonsentrasi menyusun pidato dengan dukungan tim khusus yang bekerja hampir tanpa henti.

Keseriusan Soekarno dalam mempersiapkan pidato bahkan membuatnya lupa makan. Guntur mengenang salah satu percakapannya dengan sang ayah ketika proses penyusunan pidato berlangsung.

“Kau sudah makan,” tanya Soekarno.

“Belum. Bapak sudah makan belum?” jawab Guntur.

“Sebentar lagi. Jangan makan dulu. Bantu dulu Bapak,” pinta Soekarno.

Kesibukan Soekarno dalam menyusun pidato juga disaksikan ajudan pribadinya, Bambang Widjanarko. Dalam memoarnya, Sewindu Dekat Bung Karno (1988), Bambang menggambarkan bagaimana Soekarno dapat berjam-jam berada seorang diri di kamar untuk menuangkan gagasannya ke dalam tulisan.

“Saat itulah satu-satunya yang saya lihat BK dapat berjam-jam seorang diri di kamar, berkonsentrasi penuh menuangkan yang ada di hati dan otaknya ke dalam tulisan,” tulis Bambang, sebagaimana dikutip dari Sewindu Dekat Bung Karno (1988).

Menurut Bambang, Soekarno memang menulis sendiri pidatonya meski tetap mendapat dukungan dari tim khusus. Bagi Soekarno, pidato kenegaraan bukan sekadar naskah yang dibacakan di hadapan rakyat.

Pidato tersebut dipandang sebagai bentuk pertanggungjawaban seorang presiden atas berbagai kebijakan yang telah diambil selama menjalankan pemerintahan.

Karena itu, proses penyusunannya dilakukan secara serius. Soekarno tidak selalu menulis di satu tempat. Ia dapat berpindah dari satu istana ke istana lainnya untuk mencari suasana yang mendukung proses berpikir dan penulisan.

Ketika mulai merasa jenuh, Soekarno sesekali meninggalkan ruang kerjanya. Ia berbincang, minum kopi, bermain, hingga menonton pertunjukan tari.

Setelah seluruh bahan terkumpul dan gagasan selesai dituangkan, naskah pidato kemudian diketik oleh sekretaris pribadinya. Naskah tersebut selanjutnya menjadi materi yang disampaikan Soekarno di hadapan rakyat Indonesia.

Jutaan rakyat kemudian mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Soekarno. Dengan gaya orasi yang berapi-api dan penuh semangat, Bung Karno mampu membangkitkan semangat nasionalisme sekaligus meninggalkan jejak kuat dalam sejarah pidato kenegaraan Indonesia.

Kisah tersebut memperlihatkan bahwa di balik pidato yang didengar jutaan rakyat, terdapat proses panjang yang dikerjakan dengan penuh keseriusan. Bagi Soekarno, setiap kata dalam pidato kenegaraan memiliki bobot sebagai pesan sekaligus pertanggungjawaban kepada bangsa.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Contoh Teks Pidato Maulid Nabi Muhammad SAW 2026 Singkat, Cocok untuk Acara di Sekolah hingga Umum
• 4 jam lalu
0
thumb
Penyelundupan Ekspor Emas Makin Marak, Purbaya Beberkan Penyebabnya
• 20 jam lalu
0
thumb
Where To Go This Weekend: Nikmati Instalasi Budaya dari Para Pengrajin Tenun di Senayan City
• 2 jam lalu
0
thumb
Anggota DPR: Putusan MK Pasal Penghinaan Presiden jadi penyeimbang
• 8 jam lalu
0
thumb
Prabowo Ingin Anak Indonesia Kuasai Bahasa Asing: Mandarin, Korea, Prancis
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.