Menteri Keuangan Kabinet Bayangan Bhima Yudhistira Adhinegara menegaskan bahwa pembentukan shadow cabinet bukan semata untuk menyerang kebijakan pemerintah, melainkan juga menghadirkan jalan keluar alternatif bagi publik.
Dalam penjelasannya, Bhima menyoroti program-program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dianggap menguras anggaran, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan Universitas Republik Indonesia (URI).
Ia menyebut kebijakan semacam itu lebih bersifat konsumtif dan berpotensi menjadi pemborosan.
"Kabinet yang ada sekarang melakukan berbagai pemborosan dalam bentuk MBG, dalam bentuk Kopdes, bahkan ada URI ya, Universitas Republik Indonesia, sekolah rakyat, dan lain-lain yang sebenarnya enggak perlu," kata Bhima, dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Jumat (14/8).
"Tapi masyarakat kan harus dilihat, apa sih alternatif solusinya," imbuhnya.
Sebagai tandingan, Bhima menawarkan pendekatan berbeda. Menurutnya, masalah utama yang harus diselesaikan pemerintah adalah rendahnya pendapatan masyarakat yang masih banyak berada di bawah upah minimum. Dengan begitu, warga bisa memenuhi kebutuhan gizi anak-anaknya secara mandiri.
"Bagaimana mereka yang bisa memberikan makanan bergizi kepada anak-anaknya, pendapatannya harus dijamin lebih tinggi dulu, di atas upah minimum misalnya," ucapnya.
Bhima juga mendorong wacana penerapan Universal Basic Income (UBI) atau pendapatan dasar universal, di mana setiap warga negara memperoleh sejumlah uang secara cuma-cuma sebagai jaminan penghasilan. Ia menilai kebijakan ini lebih tepat sasaran dibanding program konsumtif. Selain itu, ia menekankan perlunya penerapan pajak progresif agar distribusi kekayaan lebih adil.
Baca Juga: BGN Tutup 504 Dapur MBG, Ribuan SPPG Masih Diperiksa
Menurut Bhima, Indonesia tertinggal jauh dalam membahas kebijakan progresif semacam ini.
"Kita tuh agak ketinggalan, mungkin 20 tahun, untuk bicara soal universal basic income, untuk bicara soal pajak progresif," tandasnya.






Komentar (0)