REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT MRT Jakarta (Perseroda) menyebutkan biaya pembangunan Fase 2A Lin Utara Selatan sebesar Rp 25,3 triliun. Dana itu menggunakan dana pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang.
"Fase ini dibangun dengan biaya sekitar Rp 25,3 triliun melalui dana pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang," kata Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendy Primartantyo di Jakarta, Kamis (14/8/2026).
Baca Juga
LRT Jakarta Bakal Terhubung dengan KRL Commuter Line di Manggarai
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Beroperasi Bulan Ini, Berapa Tarifnya?
Proyek LRT Jakarta Fase 1B Capai 97,99 Persen, Siap Masuk Tahap Akhir
Fase 2A Lin Utara Selatan akan menghubungkan Stasiun Bundaran HI hingga Kota sepanjang sekitar 5,8 kilometer (km). Jalur tersebut terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah, yaitu Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.
Fase 2A tersebut dibagi menjadi dua segmen, yaitu segmen satu Bundaran HI-Harmoni yang ditargetkan selesai pada akhir 2027 dan segmen dua Harmoni-Kota yang ditargetkan selesai pada akhir 2029. Perkembangan pembangunan Fase 2A Lin Utara Selatan terus menunjukkan kemajuan signifikan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Per 25 Juli 2026, pembangunannya telah mencapai 62,68 persen dari target 61,92 persen. "Pada paket kontrak CP201, pembangunannya telah mencapai 93,90 persen dari target 93,89 persen," ujar Rendy.
Di Stasiun Thamrin, tim konstruksi sudah memasuki tahap pekerjaan. Di antaranya reinstatement area pejalan kaki di sekitar lokasi stasiun, pembangunan kembali halte Bus Raya Terpadu Transjakarta, instalasi mechanical, electrical, plumbing (MEP), pekerjaan atap dan finishing entre 5, 7, dan 8.
Komentar (0)