Akhir perjalanan raja "triple-double" NBA

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Russell Westbrook menutup perjalanan panjangnya di NBA setelah 18 musim yang penuh energi, rekor, penghargaan, dan aksi spektakuler.

Sang pengatur serangan alias point guard asal Amerika Serikat (AS) itu resmi mengumumkan pensiun pada Kamis, dengan meninggalkan panggung sebagai pemegang rekor triple-double terbanyak sepanjang sejarah liga.

Dalam regulasi NBA, kategori statistik dalam satu pertandingan adalah perolehan poin, rebound, assist, steal, dan blok.



Awal karier

Pebasket yang lahir pada 12 November 1988 dengan nama lengkap Russell Westbrook III itu tumbuh menjadi salah satu point guard paling eksplosif yang pernah menghiasi kompetisi bola basket profesional kasta tertinggi di dunia atau NBA.

Dengan tinggi 1,93 meter, Westbrook mengandalkan kecepatan, tenaga, keberanian menembus pertahanan, serta kemampuan membaca permainan untuk berkembang dari pemain muda menjadi bintang utama NBA.

Perjalanannya menuju NBA dimulai dari University of California Los Angeles (UCLA). Setelah menjalani dua musim di level perguruan tinggi, dia masuk NBA Draft 2008 dan dipilih pada urutan keempat oleh Seattle SuperSonics.

Tidak lama setelah itu, franchise tersebut berpindah ke Oklahoma City dan berganti nama menjadi Oklahoma City Thunder.

Westbrook kemudian menghabiskan 11 musim pertama kariernya bersama Thunder. Dari Oklahoma City, dia membangun reputasi sebagai guard dengan mesin tanpa henti, agresif menyerang ring, aktif mengejar bola pantul (rebound), sekaligus tajam mengirim umpan kepada rekan setim.

Permainannya yang bertenaga membuat Westbrook bukan sekadar pengatur serangan, tetapi juga motor permainan tim. Pada fase awal karier, Westbrook berkembang berdampingan dengan megabintang NBA lainnya, Kevin Durant.

Keduanya menjadi bagian penting dari generasi muda Thunder yang membawa Oklahoma City menuju panggung terbesar NBA. Pada musim 2011-2012, Thunder mencapai NBA Finals sebelum akhirnya kalah dari Miami Heat dalam final berformat best-of-five.

Westbrook terus tumbuh menjadi pemain utama. Setelah Durant meninggalkan Oklahoma City pada 2016, peran Westbrook semakin besar. Berdasarkan statistik NBA, dia kemudian tampil sebagai pusat permainan Thunder, menguasai bola, menciptakan peluang, mencetak angka, dan mengumpulkan rebound dengan frekuensi yang jarang dilakukan seorang point guard.

Musim 2016-2017 menjadi titik balik sekaligus puncak awal karier Westbrook. Dia membukukan 42 triple-double dalam semusim yang hingga kini rekor tersebut masih bertahan di NBA. Pada musim itu dia juga memenangi penghargaan pemain terbaik (MVP) NBA. Dia bahkan menjadi pemain pertama sejak Oscar Robertson yang menyelesaikan musim dengan rata-rata triple-double.

Ritme permainan Westbrook kala itu begitu cepat, kuat, dan menggigit. Dia berlari dalam transisi, menyerang dengan tenaga penuh, lalu menutup serangan dengan layup, dunk, atau umpan matang.

Ketika pertandingan berjalan ketat, Westbrook kerap tampil sebagai pemain yang mengambil inisiatif, mengubah tempo, dan menghidupkan atmosfer.

Seiring waktu, triple-double menjadi identitas yang melekat kuat dalam namanya. Namun, catatan tersebut tidak lahir hanya dari kemampuan mencetak angka. Westbrook juga dikenal karena keberaniannya mengejar rebound dan ketekunannya mengalirkan bola. Kombinasi itu menjadikannya salah satu pemain paling produktif dalam sejarah NBA.

Baca juga: Russell Westbrook pensiun setelah 18 musim berkarier di NBA

Baca juga: Klub-klub NBA ucapkan selamat pensiun kepada Russell Westbrook

Pencapaian di NBA

Russell Westbrook meninggalkan NBA dengan sederet pencapaian yang membuat namanya sulit dipisahkan dari buku sejarah liga. Dia merupakan peraih sembilan kali NBA All-Star, sembilan kali masuk All-NBA, pernah dua kali menjadi MVP NBA All-Star, serta masuk dalam NBA 75th Anniversary Team.

Namun, mahkota terbesar Westbrook tetaplah triple-double. Dia mengakhiri karier dengan 209 triple-double, alias terbanyak sepanjang sejarah kompetisi.

Pebasket itu merebut rekor tersebut pada 10 Mei 2021 ketika membukukan triple-double ke-182, guna melewati catatan 181 milik Oscar Robertson. Rekor itu kemudian terus berkembang.

Westbrook bukan hanya melewati Robertson, tetapi juga memperlebar jarak dengan para pengejar. Sampai pensiun, pemain Denver Nuggets Nikola Jokic berada di posisi kedua dengan 198 triple-double. Meski masih aktif bermain, Jokic diprediksi sulit mengejar ketertinggalan karena triple-double bukanlah statistik yang mudah dicapai.

Total 209 kali memperlihatkan betapa tinggi standar yang telah dipasang Westbrook dalam kategori statistik yang masih dianggap sebagai pencapaian langka.

Dia menjadi salah satu pemain paling konsisten dalam menghasilkan triple-double. Pemain yang dikenal "bengal" itu juga mampu membukukan rata-rata double-double dalam poin dan assist pada lima dari enam musim sejak 2015-2016. Kemampuan menggabungkan produksi angka, rebound, dan assist menjadikannya pemain serbabisa di posisi guard.

Selain menjadi raja triple-double, Westbrook tiga kali memimpin NBA dalam assist dan dua kali menjadi pencetak angka terbanyak liga. Dia juga membawa pulang medali emas Olimpiade bersama tim nasional bola Amerika Serikat pada Olimpiade London 2012.

Dalam perjalanan 18 musim, Westbrook tidak hanya mengenakan seragam Oklahoma City Thunder. Dia juga pernah bermain untuk Houston Rockets, Washington Wizards, Los Angeles Lakers, Los Angeles Clippers, Denver Nuggets, dan Sacramento Kings.

Perpindahan klub tersebut memperlihatkan perjalanan seorang pemain yang terus beradaptasi dengan tuntutan permainan, sistem, dan peran yang berubah. Bersama Thunder, Westbrook juga menorehkan banyak rekor individu.

Pada Februari 2019, dia melewati Gary Payton sebagai pencetak angka terbanyak sepanjang sejarah klub. Pada saat yang sama, dia berada di jajaran teratas sejumlah kategori statistik klub seperti assist dan steal.

Perjalanan menuju penghujung karier tetap diwarnai produktivitas. Pada musim terakhirnya bersama Sacramento Kings, Westbrook tampil dalam 64 pertandingan dan mencatatkan rata-rata 15,2 poin per laga (ppg) serta 6,7 assist per laga (apg). Dia menjadi starter dalam 58 pertandingan yang dimainkan.

Triple-double terakhirnya datang pada 15 Maret 2026. Dengan itu, angka 209 menjadi garis akhir dari sebuah perjalanan panjang yang dimulai pada 2008.

Baca juga: Westbrook tembus 16 besar pencetak poin terbanyak sepanjang masa NBA

Kini setelah 18 musim, Westbrook memilih menutup tirai. Pengumuman pensiun disampaikan melalui media sosial dalam sebuah video yang dinarasikan aktor Hollywood, Michael B. Jordan.

"Kadang-kadang anda bahkan tidak tahu bahwa sudah menyaksikan akhirnya, sekarang semuanya berakhir," kata Westbrook dalam pesan pengumuman pensiun itu.

Kalimat tersebut menjadi penutup yang sederhana, tetapi sarat makna. Sebuah karier yang dahulu dimulai dari pilihan keempat NBA Draft kini berakhir sebagai salah satu kisah paling berwarna dalam sejarah liga.

Dari rookie yang penuh tenaga, menjadi MVP, All-Star, pemecah rekor, hingga akhirnya dikenal sebagai raja triple-double.

Westbrook memang tidak selalu berjalan di jalur yang mulus. Dia menghadapi kritik, perubahan peran, pergantian klub, dan tuntutan untuk terus menyesuaikan diri. Namun, satu hal tidak pernah berubah adalah daya juangnya sebagai pemain.

Setiap malam pertandingan, dia berusaha bermain dengan tempo tinggi, langkah cepat, tenaga hebat, dan mental yang kuat.

Warisan Westbrook bukan sekadar deretan angka di papan statistik. Dia meninggalkan gaya bermain yang berani, penuh daya, dan sulit ditiru. Triple-double menjadi tanda, tetapi determinasi menjadi cerita, rekor menjadi bukti, dan keberanian menjadi arti.

Dari Seattle menuju Oklahoma City, dari Houston hingga Sacramento, jejak Westbrook terbentang panjang. Dia datang sebagai pemain muda, tumbuh menjadi bintang, lalu pergi sebagai legenda statistik.

Raja triple-double telah menutup pertandingan terakhirnya. Sorak mereda, lampu meredup, tetapi namanya tetap hidup dalam sejarah NBA.

Baca juga: Jokic dan Westbrook ukir sejarah dengan triple-double ganda




Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jejak Karier Aida S. Budiman, Kandidat Deputi Gubernur Senior BI Usulan Prabowo
• 20 jam lalu
0
thumb
3 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang Saat Pamer Tanpa Disadari
• 11 jam lalu
0
thumb
Resmikan 3.395 Jembatan, Prabowo Minta Warga Rawat dengan Baik
• 18 jam lalu
0
thumb
Ketua DPD Pastikan Tak Ada Lagi Lagu-lagu yang Picu Anggota Dewan Berjoget di Sidang Tahunan 2026
• 14 jam lalu
0
thumb
Prabowo Singgung Tukar Tambah Motor Bensin ke Motor Listrik
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.