Penumpang LRT Jakarta Ditarget 80 Ribu per Hari Kalau Sudah Tembus Manggarai

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jumlah penumpang LRT Jakarta diproyeksikan melonjak setelah jalur diperpanjang hingga Manggarai. Penumpang yang sebelumnya ditarget hanya sekitar 4.000 orang per hari saat rute masih Kelapa Gading-Velodrome, kini diperkirakan mencapai 60 ribu orang pada tahap awal dan 80 ribu orang dalam kondisi normal.

Proyeksi tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam pengecekan kesiapan LRT Jakarta. Ia menjelaskan peningkatan jumlah penumpang terjadi seiring bertambahnya jangkauan rute yang menghubungkan lebih banyak kawasan di Jakarta.

Perpanjangan jalur LRT Jakarta dari Velodrome hingga Manggarai dinilai membuat layanan tersebut memiliki konektivitas yang lebih luas dibandingkan saat awal beroperasi.

“Sekarang dengan perpanjangan ini menjadi minimal (jumlah penumpang) 60 ribu dan dalam kapasitas normalnya akan menjadi 80 ribu,” kata Pramono di Stasiun Manggarai, Rabu (13/8).

Kalau sudah terhubung ke Manggarai, jalur LRT Jakarta nantinya memiliki panjang 12,2 kilometer dengan 11 titik pemberhentian. Tingkat kesiapan operasionalnya disebut telah mencapai hampir 98 persen.

Dengan konektivitas itu, LRT Jakarta nantinya dapat terhubung dengan jaringan transportasi lain, khususnya KRL. Integrasi tersebut diharapkan membuat masyarakat memiliki lebih banyak pilihan perjalanan tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.

Pramono juga melihat potensi jumlah penumpang akan kembali meningkat jika jalur LRT diperpanjang hingga Dukuh Atas. Pemerintah Jakarta menargetkan penyelesaian trase tersebut pada Agustus 2028, dengan dana yang disebut sudah tersedia.

“Dan saya membayangkan kalau ini sudah sampai dengan Dukuh Atas, pasti akan lebih dari itu (jumlah penumpang),” kata Pramono.

Konektivitas yang semakin luas juga diproyeksikan memperpendek waktu perjalanan antarkawasan. Salah satu contoh yang disampaikan adalah perjalanan dari Jakarta Selatan menuju Kelapa Gading yang nantinya dapat dilakukan dengan kombinasi MRT dan LRT.

“Karena orang naik MRT misalnya dari Pondok Labu, mau makan di Kelapa Gading, tidak butuh lebih dari 1 jam. Turun di Dukuh Atas, kemudian naik LRT hanya butuh 30 menit,” ujar Pramono.

Selain memperluas jangkauan layanan, pemerintah juga menargetkan LRT Jakarta menjadi salah satu tulang punggung transportasi umum di Ibu Kota. Layanan tersebut direncanakan beroperasi mulai pukul 05.00 WIB hingga 24.00 WIB.

Peningkatan konektivitas LRT Jakarta juga berjalan beriringan dengan pengembangan kawasan transit. Pemerintah Jakarta menyebut akan ada pembangunan sejumlah kawasan berorientasi transit baru, termasuk di sekitar Manggarai.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dua Perempuan di Puncak BI: Elang atau Merpati?
• 11 jam lalu
0
thumb
Kemlu Dorong IORA 2026 Perkuat Kepentingan Indonesia di Samudra Hindia
• 11 jam lalu
0
thumb
Cuaca Indonesia Hari Ini: BMKG Prakirakan Mayoritas Berawan, Ada Potensi Hujan
• 19 jam lalu
0
thumb
Danantara Targetkan Pabrik Permanent Magnet LTJ Beroperasi 2028
• 17 jam lalu
0
thumb
‘Pedestrian Overthinking’ di Kota Tua, Pramono Minta Segera Diperbaiki
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.