Procurement Dinilai Jadi Instrumen Strategis Dorong Usaha Dalam Negeri

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – RMIT University di Australia membawa keahlian globalnya dalam kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), sustainable procurement, dan praktik bisnis regeneratif ke Indonesia.

Indonesia juga memiliki lebih dari 64 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto dan menyerap hampir 97 persen tenaga kerja. Karena itu, perubahan dalam praktik procurement dapat memberikan dampak luas bagi pelaku usaha, pekerja, dan masyarakat.

Baca Juga :
Soal Wacana Pajaki Rumah Kontrakan, Begini Penjelasan Purbaya
Dukung Pembentukan APPI, Menteri Maman Dorong Pengusaha Lokal Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

RMIT Director Indonesia, Tantia Dian Permata Indah mengatakan procurement perlu dipandang sebagai instrumen strategis dalam mendorong transisi keberlanjutan Indonesia.

“Ketika belanja pengadaan pemerintah melibatkan lebih dari seribu triliun rupiah, fungsi procurement tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai urusan administratif di belakang layar. Keberlanjutan menjadi nyata melalui keputusan sehari-hari, seperti apa yang dibeli organisasi, dengan siapa mereka bekerja, standar apa yang harus dipenuhi vendor, dan bagaimana kinerjanya diukur,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 13 Agustus 2026.

Ia menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan ambisi ekonomi sirkular Indonesia, yaitu model ekonomi yang mendorong produk dan material untuk digunakan selama mungkin melalui penggunaan kembali, perbaikan, dan daur ulang.

Penerapan ekonomi sirkular pada sektor-sektor tersebut diperkirakan dapat menambah Rp593–638 triliun terhadap PDB, menciptakan 4,4 juta lapangan kerja hijau, dan mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 126 juta ton pada 2030.

Sementara, Ketua Binus Center of Excellence in Sustainability, Profesor Yanthi Rumbina Ianova Hutagaol, mengatakan kolaborasi lokal penting agar kerangka keberlanjutan global dapat diterapkan sesuai kebutuhan Indonesia.

“Dengan memadukan riset dan keahlian internasional RMIT dengan pemahaman Binus terhadap regulasi, dunia usaha, dan ekosistem vendor di Indonesia, kolaborasi ini dapat membantu organisasi bergerak dari komitmen ESG menuju praktik procurement yang nyata dan terukur,” ujarnya.

Inisiatif ini memperkuat keterlibatan RMIT di Indonesia melalui riset terapan, kemitraan industri, dan pengembangan kapasitas, sekaligus menempatkan procurement sebagai instrumen untuk mendukung usaha dalam negeri, mempercepat ekonomi sirkular, dan menciptakan nilai jangka panjang.

Baca Juga :
Mengupas Aplikasi Transformasi Digital UMKM, Inovasi yang Membantu Pelaku Usaha Bertahan di Tengah Persaingan
Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, Pemerintah Tingkatkan Kapasitas Perempuan Pelaku UMKM
Dua Dekade Perjuangan Rosidah Membesarkan Usaha Gula Merah dan Berkembang Berkat KUR BRI, Intip Kisah Suksesnya

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Minat Motor Listrik Sepi, Danantara Siapkan Skema DP 0%
• 3 jam lalu
0
thumb
Bantah Dakwaan, Kubu Yaqut Pertanyakan Kerugia Keuangan Negara Rp622 Miliar
• 15 jam lalu
0
thumb
Inter Miami Tersingkir dari Leagues Cup meski Messi kembali Tampil Usai Kematian Ayahnya, Casemiro Puji Komitmennya
• 9 jam lalu
0
thumb
Rebalancing MSCI: 2 Emiten Keluar Global Standard, 9 dari Small Index
• 15 jam lalu
0
thumb
Wamen Dikdasmen: Kecerdasan Sosial jadi modal untuk hadapi perubahan
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.