Rapat Bareng Kepala BGN, Mendagri Minta Daerah Permudah Izin Usaha SPPG dan Penerbitan SLHS

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Dia meminta para kepala daerah untuk memudahkan izin usaha untuk mendirikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan penerbitan SLHS.

Rapat Bareng Kepala BGN, Mendagri Minta Daerah Permudah Izin Usaha SPPG dan Penerbitan SLHS. (Foto Achmad/IMG)

IDXChannel - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menginstruksikan para kepala daerah untuk mendukung penuh progam Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia meminta para kepala daerah untuk memudahkan izin usaha untuk mendirikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Hal itu diungkapkan Tito saat Rapar Koordinasi (Rakor) bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono dan para kepala daerah secara virtual dari Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2026). Rapat itu merupakan tindaklanjut keinginan BGN untuk berkolaborasi dengan kepala daerah.

Baca Juga:
BGN Wajibkan SPPG Cantumkan Batas Waktu Konsumsi di Ompreng MBG Mulai Pekan Depan

"Otomatis, dari Kemendagri mendukung untuk memfasilitasi komunikasi itu. Pemerintah daerah diminta untuk ikut terlibat dalam program makan bergizi gratis," ujar Tito usai rapat.

Tito mengingatkan, sudah ada Surat Edaran (SE) bagi kepala daerah untuk mendukung program MBG. Salah satunya, dengan memberikan kemudahan perizinan bagi dapur MBG dan penerbitan SLHS.

Baca Juga:
Sudaryono Pecat 66 Kepala SPPG, Terlibat Judol hingga Minta Fee ke Mitra

"Saya juga sudah menyampaikan saya follow up dengan SE, di antaranya adalah untuk kepala daerah, Kepala seluruh Gubernur, Bupati, Wali Kota ya, memberikan kemudahan masalah perizinan termasuk mengklasifikasikan para perangkat daerahnya yang terkait, dari Dinas Kesehatan, pemenuhan SLHS," kata Tito.

Baca Juga:
Jaga Harga Telur, Mentan Wajibkan SPPG Beli dari Peternak Rp26.500 per Kg

Tito juga meminta pada Dinas Pendidikan di masing-masing daerah untuk mengawasi program dan mendata anak penerima manfaat. Selain itu, Dinas Kesehatan di daerah juga diminta untuk mengawasi SLHS dari SPPG yang ada.

Dinas Pertanian dan Perikanan di daerah juga diminta untuk memasok bahan pangan ke SPPG. "Karena program bukan hanya untuk meningkatkan gizi, dan mencegah stunting, kepala daerah itu punya indikator mereka, untuk masyarakat, menaikkan popularitas, elektabilitas, kemudian juga dinilai oleh publik, dinilai oleh media, dinilai juga oleh kami. Itu indikatornya di antaranya menekan stunting, naik atau turun," ujar Tito.

Sementara itu, Kepala BGN Sudaryono menegaskan, pihaknya ingin tak ada kasus keracunan MBG di daerah. Pihaknya tengah memperbaiki tata kelola MBG agar tak ada lagi kasus keracunan.

"Oleh karena itu, di rapat koordinasi ini kami secara khusus itu kira-kira kalau diintisarikan adalah kami BGN siap berkolaborasi, siap berkoordinasi dengan semua pihak, terkhusus adalah kepala daerah, termasuk juga masyarakat umum, dan khusus lagi adalah orang tua siswa yang ada di sekolah masing-masing," ujar Sudaryono. 

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dihujat Soal Konten Bantu Kakek Pemulung Dituding Cuma Settingan, Dedi Mulyadi Beri Jawaban Ini
• 16 jam lalu
0
thumb
Danantara Siapkan Kredit Motor Listrik, DP 10 Persen Bakal Dihapus?
• 6 jam lalu
0
thumb
KUR Bank Mandiri Tembus Rp25,6 Triliun, 56 Ribu Debitur Naik Kelas
• 15 jam lalu
0
thumb
Klarifikasi Fahira Mira soal Usus Buntu Tuai Reaksi Sederet Dokter, Soroti Hasil USG hingga 3 RS Indonesia 
• 7 jam lalu
0
thumb
Doyan Semangka Bikin Gula Darah Naik Tinggi, Mitos atau Fakta?
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.