KUPANG, KOMPAS — Jeritan warga Desa Manusak, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang mengalami krisis air bersih terdengar hingga ke telinga pemerintah pusat. Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum, Arnold AP Ritiauw memerintahkan jajaran di bawahnya untuk segera memberikan bantuan air bersih gratis.
Bantuan air bersih gratis mulai didistribusikan sejak Rabu (12/8/2026) hingga Kamis (13/8/2026) hari ini. ”Anak buah sudah di lapangan, air sudah sampai,” kata Arnold melalui pesan singkat kepada Kompas.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga Manusak yang berada di sekitar Bendungan Raknamo terpaksa menjual ternak demi membeli air dengan harga Rp 150.000 per tangki. Ironisnya, kondisi tersebut justru terjadi di sekitar bendungan yang kehadirannya dimaksudkan untuk mengatasi krisis air.
Desa Manusak termasuk salah satu desa yang berbatasan langsung dengan Bendungan Raknamo. Bendungan yang diresmikan pada 2018 itu sejatinya hadir untuk mengatasi krisis air bersih, yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Kapasitas maksimum air 14 juta kubik.
Ketika musim kemarau seperti saat ini, warga semakin kesulitan. Sungai hingga sumur mengering. Warga harus jalan kaki atau menumpang ojek untuk mencari sumber air. Kebutuhan air bersih tidak tercukupi. Ada yang memilih membeli air dengan harga Rp 150.000 per tangki untuk ukuran 5.000 liter.
"Untuk membeli air bersih, ada yang terpaksa jual ayam dan ternak yang lain. Mereka lalu patungan dengan tetangga untuk membeli satu tangki. Airnya mereka bagi-bagi. Air ini kebutuhan vital, jadi mau tidak mau harus beli. Memang ekonomi lagi susah jadi masyarakat sangat tertekan," kata Arthur Ximenes, Kepala Desa Manusak (Kompas 11/8/2026).
Serial Artikel
Harga Air di Sekitar Bendungan Raknamo Rp 150.000, Warga Terpaksa Jual Ternak
Krisis air justru terjadi di sekitar bendungan yang keberadaannya untuk mengatasi kekeringan. Bendungan Raknamo diresmikan 2018 dengan kapasitas 14 juta kubik air.
Mendapat kabar itu, pada Rabu siang kemarin, Arnold langsung memerintahkan anak buahnya di Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II untuk mendatangi Desa Manusak. Selanjutnya dilakukan pembagian air bersih menggunakan dua mobil tangki.
Warga diminta membawa wadah seperti ember dan jeriken ke titik kumpul yang berada di tengah permukiman. Pada hari pertama sudah dibagikan 10.000 liter air. Pembagian akan terus berlanjut. Fokus pembagian pada warga yang sangat membutuhkan.
Setelah warganya menerima bantuan tersebut, Arthur melalui panggilan telepon berterima kasih kepada pemerintah pusat. Ia tidak pernah menyangka, bantuan datang secepat itu. Ia pun berharap agar banyak warga yang kesusahan air bersih segera diatasi.
Menurut Arthur, jika pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait lainnya ikut membantu, persoalan krisis air dapat segera teratasi. Banyak warga kesulitan mendapatkan air bersih karena tidak punya uang. Mereka hidup di bawah garis kemiskinan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kemiskinan NTT per Maret 2026 sebanyak 1,04 juta jiwa atau 17,52 persen. Penduduk miskin kebanyakan tinggal di desa dan kini mereka mengalami krisis air bersih. "Sebagian besar penduduk di sini miskin," kata Arthur. Adapun jumlah penduduk Desa Manusak sekitar 4.000 jiwa.
Sementara itu, jajaran Polda NTT terus membagikan air bersih gratis ke sejumlah wilayah yang terdampak krisis air. Kepala Polda NTT Inspektur Jenderal Rudi Darmoko telah memerintahkan untuk dilakukan pembagian air secara gratis sejak Senin lalu.
"Semua jajaran sudah bergerak. Di Sabu Raijua, Timor Tengah Selatan, Kabupaten Kupang, sejumlah wilayah di Flores, dan juga di Pulau Kera. Data berapa banyak liter air yang sudah dibagikan sedang kami kumpulkan," kata Kepala Bidang Humas Polda NTT Komisaris Besar Henry Novika Chandra.
Serial Artikel
Kekeringan, Kapolda NTT Perintahkan Seluruh Jajaran Bagi Air Gratis kepada Warga
Sebanyak 82 sumur bor sudah dihadirkan Polda NTT di permukiman penduduk dalam setahun terakhir. Semua jajaran diminta responsif terhadap kebutuhan air bersih warga.






Komentar (0)