Jakarta, tvOnenews.com - Como mulai menghadapi tantangan baru setelah mencatatkan perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Klub asal Italia tersebut kini mulai berada dalam radar aturan finansial UEFA setelah untuk pertama kalinya memastikan tempat di kompetisi Eropa.
Situasi itu membuat Como harus lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan klub. Pasalnya, aturan Financial Fair Play (FFP) yang kini masuk dalam kerangka UEFA Financial Sustainability Regulations dapat memberikan sanksi kepada klub yang tidak memenuhi ketentuan.
Como memang belum mendapatkan sanksi dari UEFA. Namun, klub yang dimiliki keluarga Hartono itu diperkirakan akan mulai berada di bawah pengawasan UEFA pada musim 2026/2027 setelah tampil di Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Perhatian terhadap Como tidak terlepas dari agresivitas mereka dalam membangun skuad. Pada bursa transfer musim panas 2026, Como bahkan telah menggelontorkan lebih dari 100 juta euro untuk mendatangkan sejumlah pemain demi menghadapi persaingan di level Eropa.
- REUTERS/Daniele Mascolo
Salah satu transfer paling mencolok adalah Nico Paz. Como mengeluarkan 60 juta euro untuk mempermanenkan pemain asal Argentina tersebut dari Real Madrid, sebuah investasi besar yang turut memperlihatkan ambisi klub.
Namun, besarnya investasi bukan berarti Como otomatis melakukan pelanggaran. UEFA memiliki sejumlah mekanisme untuk menilai kondisi keuangan klub, termasuk aturan football earnings dan squad cost yang mengatur hubungan antara pengeluaran klub dengan pendapatan yang dimiliki.
Dalam regulasi UEFA saat ini, squad cost rule membatasi biaya skuad seperti gaji pemain, amortisasi transfer, dan sejumlah biaya agen hingga maksimal 70 persen dari pendapatan terkait klub. Sementara itu, football earnings rule juga mengatur batas kerugian yang dapat ditanggung klub dalam periode tertentu.
Como sendiri memiliki catatan kerugian yang cukup besar dalam beberapa periode keuangan terakhir. Menurut laporan Gazzetta dello Sport, kerugian konsolidasi Como mencapai sekitar 132 juta euro pada musim 2024/2025, meski kondisi tersebut juga berkaitan dengan fase ekspansi klub dan investasi besar yang dilakukan pemilik.
- REUTERS/Guglielmo Mangiapane
Meski demikian, Como memiliki modal lain untuk menghadapi pengawasan UEFA. Keluarga Hartono telah memberikan suntikan modal dalam jumlah besar dan laporan keuangan klub menunjukkan Como tidak memiliki utang bank, sehingga struktur pendanaan mereka berbeda dengan klub yang mengandalkan utang.





Komentar (0)