Kehadiran jembatan yang dibangun TNI-Polri menghadirkan cerita tersendiri bagi masyarakat di berbagai daerah. Salah satunya dirasakan Imam, seorang petani di Desa Ridomanah, Jawa Barat, yang tidak lagi naik getek hingga berenang untuk menyeberangi sungai.
Iman bercerita rakit atau getek dulu menjadi tumpuan warga. Bahkan ketika banjir datang dan rakit tidak dapat digunakan, warga terkadang terpaksa berenang untuk mencapai seberang.
"Dulu waktu belum ada jembatan kadang-kadang pakai getek, Pak, rakit. Kadang-kadang kalau lagi musim banjir, itu rakit lepas dari ini. Jadi masyarakat itu kalau nyeberang kadang-kadang renang sendiri, Pak. Sulitlah. Sekarang alhamdulillah adanya jembatan ini saya sangat bersyukur sekali. Alhamdulillah," kata Iman, dikutip dari keterangan BPMI Sekretariat Presiden, Kamis (13/8/2026).
Sungai yang dahulu menjadi hambatan dalam perjalanan kini dapat dilintasi dengan lebih mudah dan aman. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo.
"Saya sangat terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, sangat, sangat, sangat bersyukur adanya jembatan ini. Jadi awalnya saya nyeberang kali, sekarang alhamdulillah saya bisa menyeberang jembatan ini," katanya.
Warga lainnya, Evi Sri Rahayu, bercerita bagaimana para petani harus mencari cara sendiri untuk menyeberangi sungai sebelum jembatan hadir. Dengan peralatan seadanya, mereka membawa hasil pertanian melintasi sungai demi melanjutkan aktivitas sehari-hari.
"Petani-petani sebelum ada jembatan kan suka nyebrang-nyebrang pakai galon-galon atau itu apa bikin sendiri, inisiatif buat nyebrang bawa padi, bawa apa warga sini. Tapi alhamdulillah sekarang mah bisa dilalui motor, jadi lebih gampang, praktis," ujar Evi.
Kemudahan tersebut, menurut Evi, tidak hanya mempersingkat perjalanan warga, tetapi juga membuka harapan bagi pergerakan ekonomi masyarakat. Akses yang sebelumnya harus ditempuh melalui jalur bawah dan memutar kini menjadi lebih cepat dengan keberadaan jembatan.
"Harapan ke depannya bisa lebih maju perekonomian warga bisa lebih gampang lagi, bisa dilalui dengan motor. Kemarin-kemarin kan nyeberang lewat jalur bawah, tapi sekarang alhamdulillah. Berarti lebih gampang lah perekonomian kalau ada apa-apa langsung nyeberang, nggak jauh gitu, bisa lebih cepat," ungkapnya.
Cerita serupa datang dari Maryati, warga Desa Ridogalih yang telah tinggal di kawasan tersebut sejak kecil. Ia mengenang masa ketika warga belum memiliki jembatan dan harus menggunakan eretan, yakni rakit bambu sederhana, untuk mencapai seberang sungai.
Maryati berharap pembangunan infrastruktur bagi masyarakat terus berlanjut, termasuk peningkatan jalan dan berbagai fasilitas penunjang lainnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas hadirnya jembatan yang telah lama dibutuhkan masyarakat.
"Untuk Bapak Presiden kami selaku warga desa sini mengucapkan banyak terima kasih atas jembatan diresmikannya untuk fasilitas warga ke sawah, ke ladang gitu kan, sangat membantu sekali. Terima kasih," ucap Maryati.
(eva/knv)






Komentar (0)