Profil Almarhum Andi Erwin Hatta: 12 Tahun Pimpin Pemuda Pancasila Makassar, 2 Periode Nakhodai PSSI Sulsel

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Andi Erwin Hatta Sulolipu bukan sosok baru di tubuh Pemuda Pancasila Kota Makassar. Almarhum dikenal sebagai salah satu figur yang cukup lama memimpin organisasi tersebut.

Erwin Hatta tercatat menjabat sebagai Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Makassar selama kurang lebih 12 tahun. Ia pertama kali terpilih pada November 2014 dan terus dipercaya memimpin hingga periode 2023-2027.

Artinya, Erwin telah menjalani empat periode kepemimpinan di organisasi kemasyarakatan tersebut. Kiprahnya membuat nama Erwin cukup melekat dengan perjalanan Pemuda Pancasila di Kota Makassar.

Selain aktif di Pemuda Pancasila, Erwin juga pernah dipercaya memimpin Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulawesi Selatan. Ia terpilih sebagai Ketua Asprov PSSI Sulsel untuk periode 2017-2021 dan kembali dipercaya memimpin untuk periode kedua pada 2021.

Namun, Erwin kemudian mengundurkan diri dari jabatan tersebut pada akhir 2022.

Di luar aktivitas organisasinya, Erwin juga dikenal sebagai pengusaha dan memiliki jaringan pergaulan yang luas. Ia meninggalkan seorang putra dan dua putri.

Erwin merupakan suami dari Andi Suhada Sappaile, anggota DPRD Kota Makassar sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Makassar. Andi Suhada telah duduk sebagai anggota DPRD Makassar sejak periode 2019-2024 dan kembali terpilih untuk periode 2024-2029.

Pada periode pertamanya di DPRD Makassar, Andi Suhada menjabat sebagai wakil ketua. Sementara pada periode keduanya, ia dipercaya menjadi Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Makassar.

Di internal partai, Andi Suhada juga dipercaya memimpin DPC PDI Perjuangan Kota Makassar sejak 2019.

Kabar duka datang pada Rabu (12/8/2026). Andi Erwin Hatta mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya, Jakarta.

Erwin sebelumnya berangkat ke Jakarta pada Senin pagi (10/8) untuk urusan pekerjaan. Ia dijadwalkan bertemu dengan seorang pengusaha asal Lampung.

Keberangkatan Erwin ke Jakarta juga dibenarkan sahabatnya, Muhammad Surya atau Cuya. Keduanya disebut berada dalam satu pesawat dan sempat berbincang dalam perjalanan.

Menurut putri sulung Erwin, Nisa Erwin, ayahnya berangkat ke Jakarta dalam kondisi tidak memiliki keluhan kesehatan.

“Bapak berangkat ke Jakarta untuk urusan pekerjaan. Tidak ada masalah kesehatan saat berangkat,” kata Nisa.

Informasi tersebut sekaligus menepis kabar sebelumnya yang menyebut Erwin pergi ke Jakarta untuk menjalani pengobatan.

Namun, Selasa (11/8) menjelang tengah malam, kondisi Erwin tiba-tiba berubah. Ia mengeluhkan sakit pada bagian dada.

Erwin kemudian berinisiatif mendatangi RS Pondok Indah Bintaro Jaya seorang diri. Ia mendapat penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Dari informasi keluarga, Erwin kemudian menjalani operasi penanganan jantung. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Jenazah Erwin selanjutnya dibawa ke Makassar untuk disemayamkan di rumah duka. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, sahabat, serta keluarga besar Pemuda Pancasila dan PDI Perjuangan Makassar.

Ada momen haru sebelum jenazah Erwin dimakamkan di TPU Panaikang.

Di tengah suasana duka, keluarga tetap melangsungkan akad nikah putri Erwin di rumah duka. Akad tersebut dilakukan di hadapan jenazah sang ayah sebelum diberangkatkan ke tempat pemakaman.

Momen tersebut menjadi penghormatan terakhir keluarga kepada Erwin sekaligus menandai babak baru bagi putrinya, yang menjalani akad nikah di tengah suasana kehilangan sosok ayah.

Bagi Pemuda Pancasila Makassar, kepergian Erwin bukan sekadar kehilangan seorang ketua. Ia merupakan figur yang selama lebih dari satu dekade berada di pucuk kepemimpinan organisasi tersebut.

Empat periode kepemimpinan menjadi penanda panjangnya perjalanan Erwin bersama Pemuda Pancasila Makassar.

Jejaknya juga tercatat dalam dunia sepak bola Sulsel melalui kepemimpinannya di Asprov PSSI Sulsel. Dua ruang pengabdian itu membuat Erwin dikenal sebagai figur organisasi yang memiliki perjalanan panjang di Makassar dan Sulsel.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Shin Tae-yong Siapkan Persija di Thailand: Dua Aspek Ini Jadi Fokus Utama
• 1 jam lalu
0
thumb
Jadi Atlet Renang, Nayla Purnama Ceritakan Persiapan Perankan Laras di Film Di Ambang Kematian 2
• 7 jam lalu
0
thumb
Dituding Punya Hubungan dengan Suami Dokter Reza Gladys, Begini Bantahan Dhena Devanka
• 4 jam lalu
0
thumb
SIGAMBAR Bergerak Malam Hari, Polisi Tekan Kriminalitas Medan Barat
• 17 jam lalu
0
thumb
Bukan Egois, Merawat Diri Jadi Kebutuhan Perempuan Masa Kini Lho!
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.