MSCI Hapus GOTO dan Turunkan CPIN, Potensi Outflow Rp1 Triliun

medcom.id
57 menit lalu
Cover Berita
Jakarta: Keputusan MSCI dalam August 2026 Index Review membawa kabar kurang sedap bagi pasar saham Indonesia. GOTO dihapus dari MSCI Indonesia Investable Market Index, sementara CPIN diturunkan dari Global Standard Index ke Global Small Cap Index.
 
PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai perubahan tersebut berpotensi memicu arus dana keluar (passive outflow) hingga sekitar Rp1 triliun. Meski demikian, dampaknya terhadap IHSG diperkirakan tidak terlalu besar karena tekanan lebih banyak terkonsentrasi pada saham yang terkena perubahan indeks.
 
Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto,
mengatakan hasil review MSCI kali ini cenderung lebih negatif bagi pasar Indonesia. 

Selain perubahan pada GOTO dan CPIN, tidak adanya penambahan saham Indonesia ke Global Standard Index juga berarti tidak terdapat arus dana masuk yang dapat mengimbangi potensi outflow.
 
“MSCI August 2026 Index Review memberikan hasil yang lebih negatif bagi pasar Indonesia. Sesuai ekspektasi kami, CPIN turun dari Global Standard ke Small Cap, sementara risiko pada GOTO terealisasi dengan penghapusan dari MSCI Indonesia Investable Market Index,” ujar Rully dalam keterangan tertulis, Kamis, 13 Juli 2026.
  Baca juga: Bukan Turun Kelas, Tapi Kenapa Penilaian MSCI untuk IHSG Jadi Sorotan?
Menurut Rully, keputusan MSCI menghapus GOTO berkaitan dengan rendahnya likuiditas saham
tersebut setelah bertahan di harga minimum Rp50 sejak Mei.  Kondisi tersebut dinilai menimbulkan risiko terhadap kemampuan investor pasif dalam mereplikasi indeks.
 
“MSCI secara spesifik menyebut rendahnya likuiditas akibat GOTO bertahan di harga minimum Rp50 sejak Mei sebagai penyebab potensi index replicability issues,” kata Rully.
 
Rully menilai dampak utama dari perubahan tersebut bersifat teknikal, terutama melalui potensi passive outflow menjelang implementasi perubahan indeks pada akhir Agustus. 
 
Namun, tekanan tersebut diperkirakan tidak serta-merta memberikan dampak besar terhadap IHSG secara keseluruhan karena arus dana keluar akan lebih terkonsentrasi pada saham-saham yang mengalami perubahan indeks.
 
“Dampak utama bersifat teknikal, dengan potensi passive outflow menjelang implementasi akhir
Agustus. Tidak adanya penambahan saham Indonesia ke Standard Index juga berarti tidak terdapat offsetting inflow, sejalan dengan pembatasan MSCI yang masih berlaku,” ujar Rully.
 
Di sisi lain, Research Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Wilbert Arifin, menilai besaran
perubahan bobot Indonesia dalam indeks global menjadi salah satu alasan dampak hasil review kali ini diperkirakan tetap terbatas terhadap pasar secara keseluruhan.
 
Menurut Wilbert, bobot Indonesia di Emerging Market diperkirakan hanya turun dari sekitar 0,49 persen menjadi 0,46 persen.  Passive Outflow Diperkirakan Rp500 Miliar-Rp1 Triliun Dari sisi arus dana keluar, ia memperkirakan passive outflow sekitar Rp500 miliar hingga Rp1 triliun yang akan terjadi pada hari efektif rebalancing, yakni setelah perdagangan 31 Agustus.
 
“Dalam jangka pendek mungkin ada dampak terhadap sentimen karena memang tidak ada penambahan saham dan hanya terjadi pengurangan. Namun, dampaknya terhadap pasar secara keseluruhan diperkirakan minimal dan lebih terkonsentrasi pada saham yang terdampak langsung, seperti CPIN,” ujar Wilbert.
 
Menjelang review MSCI berikutnya pada November, Wilbert menilai Indonesia perlu menjaga kredibilitas pasar serta komunikasi antara regulator dan MSCI. Menurutnya, perbaikan secara gradual pada aspek tersebut dapat membuka peluang keputusan MSCI yang lebih positif dan menjadi katalis tambahan bagi arus modal asing maupun pasar secara keseluruhan.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Manchester City Resmi Datangkan Kiper Juara Dunia Argentina, Pernah Bikin Manchester United Merana di Final Liga Europa
• 19 jam lalu
0
thumb
Ketua DPR: Persiapan Parlemen Menggelar Sidang Tahunan Sudah 80 Persen
• 12 jam lalu
0
thumb
[FULL] Kebakaran Bromo Meluas, Pilot Drone Water Spray Ungkap Kendala Pemadaman Api | KOMPAS MALAM
• 13 jam lalu
0
thumb
SDM Indonesia Dituntut Adaptif Hadapi Percepatan AI
• 3 jam lalu
0
thumb
Harga Minyak Naik Tipis, Konflik Iran dan Gangguan Pelayaran Jadi Perhatian
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.