Rugi Menyusut, KFC Indonesia (FAST) Siap Jaga Momentum Positif

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) mencatat performa positif sepanjang Januari-Juni 2026 dengan memangkas kerugian bersih.

PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) mencatat performa positif sepanjang Januari-Juni 2026 dengan memangkas kerugian bersih. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) mencatat performa positif sepanjang Januari-Juni 2026. Seiring meningkatnya penjualan, pendapatan pemilik gerai tunggal KFC Indonesia itu melonjak sementara rugi bersih menyusut.

Dalam menjaga keberlanjutan kinerja di tengah pasar yang dinamis, FAST terus memperkuat pengendalian biaya, mengoptimalkan rantai pasok, serta meningkatkan efisiensi operasional di seluruh jaringan restoran. Sejalan dengan berbagai langkah tersebut, perseroan mencatatkan perbaikan kinerja operasional.

Baca Juga:
KFC Indonesia (FAST) Pangkas Kerugian Jadi Rp366 Miliar pada 2025

Perkembangan positif sepanjang semester I-2026 menunjukkan bahwa berbagai program efisiensi dan transformasi yang dijalankan perseroan mulai memberikan dampak positif terhadap kinerja operasional. 

Direktur PT Fast Food Indonesia Tbk, Dio May Avico mengatakan, perseroan akan terus menerapkan pendekatan yang terukur dan responsif dalam menghadapi perubahan kondisi pasar.

Baca Juga:
Kinerja Membaik, Pendapatan KFC Indonesia (FAST) Naik 16 Persen pada Semester I-2026

“Upaya tersebut dilakukan dengan memastikan setiap keputusan bisnis tetap berorientasi pada konsumen sekaligus mendukung keberlanjutan kinerja perseroan,” ujar Dio dalam keterangan resmi, Kamis (13/8/2026).

Sepanjang semester I-2026, pendapatan FAST tumbuh 16 persen menjadi Rp2,79 triliun. Pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan aktivitas penjualan serta kontribusi dari berbagai inisiatif pemasaran dan penguatan proposisi nilai yang dijalankan perseroan.

Perseroan menekankan kinerja positif tersebut sudah terasa sejak awal tahun. Namun, momentum pada kuartal I-2026 kemudian menghadapi tantangan yang lebih besar pada kuartal II seiring kenaikan harga bahan baku. 

Dalam kondisi itu, kata Dio, perseroan tetap menjadikan perspektif konsumen sebagai salah satu pertimbangan utama dalam setiap pengambilan keputusan, termasuk dengan menjaga keterjangkauan harga bagi konsumen di tengah kondisi pasar yang dinamis.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari komitmen FAST untuk tetap memberikan value yang relevan bagi konsumen. Namun, langkah ini turut berdampak pada margin laba bruto perseroan yang mengalami penyesuaian menjadi 55,81 persen pada semester I 2026.

Sementara, rugi usaha berhasil ditekan secara signifikan sebesar 77,35 persen dari Rp143,18 miliar menjadi Rp32,42 miliar. Perbaikan turut terlihat pada rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang turun 60 persen menjadi Rp56,74 miliar.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Video: Kolombia Umumkan Darurat Ekonomi Usai Gempa Dahsyat
• 5 jam lalu
0
thumb
Keuangan Syariah Dinilai Kalah Agresif Rebut Pasar  
• 6 jam lalu
0
thumb
MARBLES Rilis Lagu Baru “Catch Me”, Terinspirasi dari Permainan Petak Umpet
• 58 menit lalu
0
thumb
Terima Aduan Pengusaha, Purbaya Bakal Gandeng Kemenhub Atasi Disparitas Tarif Jasa Pelabuhan
• 21 jam lalu
0
thumb
Mendagri Dorong Forkopimda Sumatera Solid Jaga Pertumbuhan Ekonomi dan Stabilitas Daerah
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.