tvOnenews.com - Kebakaran yang terjadi di lahan kawasan Jalan Bukit Indah (SP 6), Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, dengan luas sekitar 11,5 hektare telah dilakukan penanganan dan pemadaman oleh personel Direktorat Samapta Polda Kaltara bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait pada Senin (10/8). Namun, pada Selasa (11/8) kembali ditemukan sejumlah titik api baru di sekitar lokasi tersebut.
"Kami menekankan kepada seluruh personel untuk selalu merespons dengan cepat setiap adanya informasi mengenai kebakaran lahan," kata Direktur Samapta Polda Kaltara Kombes Pol. Andreas Deddy Wijaya di Tanjung Selor, Rabu.
Dia mengatakan penanganan tersebut tidak hanya berfokus pada memadamkan api, tetapi juga memastikan tidak ada bara atau titik panas yang dapat memicu kebakaran kembali.
Menurut Andreas, kondisi lahan yang sebagian merupakan area gambut membutuhkan penanganan secara menyeluruh karena api dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali muncul apabila tidak dilakukan pendinginan, serta penyisiran secara maksimal.
“Sinergitas dengan BPBD, instansi terkait, dan pihak pengelola lahan sangat penting. Kami juga mengimbau agar setelah proses pemadaman selesai, pemantauan tetap dilakukan secara berkala. Jangan sampai titik api yang sudah dipadamkan kembali muncul dan meluas,” ujarnya.
"Dari hasil pelaksanaan kegiatan, titik api baru yang ditemukan berhasil dipadamkan dan tidak meluas ke area sekitar," ujarnya.
Proses pendinginan dan penyisiran juga telah dilakukan untuk memastikan kondisi lahan benar-benar aman dari potensi munculnya kembali api.
Situasi di sekitar lokasi kebakaran hingga kegiatan selesai dapat dikendalikan dengan aman dan lancar. Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka, baik dari personel maupun masyarakat sekitar lokasi kejadian.
Andreas menegaskan komitmennya untuk terus memberikan respons cepat dalam setiap penanganan gangguan kamtibmas dan kondisi darurat, termasuk kebakaran hutan dan lahan, sebagai bagian dari upaya melindungi masyarakat dan mencegah meluasnya dampak kebakaran.
Dalam pelaksanaan tugas itu, personel mengerahkan sejumlah kendaraan pendukung, di antaranya kendaraan Karhutla, Armoured Water Cannon (AWC), truk, serta kendaraan operasional Isuzu D-Max.
Personel juga dilengkapi berbagai sarana dan prasarana penanganan kebakaran hutan dan lahan, termasuk mesin pompa air, fire hose, backpack pump, peralatan penyedot air, peralatan pemadaman manual, serta alat pelindung diri (APD) lengkap.





Komentar (0)