Jakarta, tvOnenews.com - Bogor Oncology Summit SWICC (BOSS) 2026, forum ilmiah nasional resmi digelar. Kegiatan ini menyoroti penguatan akses layanan kanker terpadu di wilayah Bogor Raya dan sekitarnya.
Dihadiri Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, kegiatan ini diselenggarakan oleh Suherman Widyatomo Integrated Cancer Center (SWICC) dalam rangka memperingati satu tahun perjalanannya.
Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan layanan kanker di Indonesia.
Menkes juga menegaskan bahwa deteksi dini menjadi kunci untuk menekan angka kematian akibat kanker yang masih tinggi.
Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GCO) 2024, jumlah penderita kanker di Indonesia mencapai lebih dari 1,13 juta kasus, dengan 474 ribu kasus baru dan lebih dari 283 ribu kematian.
Karena itu, kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan deteksi dini kanker.
“Upaya promotif dan preventif harus diperkuat, termasuk memperluas akses skrining agar kanker dapat terdeteksi lebih awal,” ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026).
Sementara, Direktur SWICC drg. Eddy Suharso menyampaikan bahwa kehadiran pusat kanker terpadu di wilayah penyangga Jakarta menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan onkologi yang komprehensif.
“Kami mengusung konsep One Stop Cancer Care, sehingga pasien dapat memperoleh layanan mulai dari edukasi, deteksi dini, diagnosis, hingga terapi dalam satu sistem terintegrasi,” ujarnya.
Dalam forum ilmiah tersebut, sejumlah pakar onkologi nasional turut menjadi pembicara utama, di antaranya dr. M. Yadi Permana, dr. Andhika Rachman dan dr. Angela Giselvania yang membahas perkembangan terbaru penanganan berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara, paru, serviks, kolorektal, hingga leukemia.
Selain itu, pembicara dari berbagai daerah juga turut berpartisipasi, seperti dr. Venita Eng, dr. Linda W. A. Rotty dan dr. Trinugroho Heri Fadjari.
Secara keseluruhan, lebih dari 30 dokter onkologi berpengalaman terlibat dalam simposium ilmiah ini.
Selain itu, Ketua Panitia BOSS 2026, dr. Ronaningtyas Maharani menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi forum berbagi ilmu, tetapi juga memperkuat jejaring antar tenaga medis.
“Kami ingin memastikan penanganan kanker di Indonesia semakin terstandarisasi dan berbasis perkembangan ilmu terbaru,” ujarnya.





Komentar (0)