Berasal dari Abad ke-7 Hingga 8 M, Temuan Situs Bongal Geser Lini Masa Masuknya Islam ke Nusantara

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan bahwa serangkaian temuan arkeologi di Situs Bongal, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, berpotensi besar mengubah peta sejarah dan narasi awal mula masuknya peradaban Islam di Nusantara.

Kepala Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah BRIN Irfan Mahmud dalam kegiatan Webinar Series Forum Kebhinekaan Seri #38 di Jakarta, Rabu menyoroti bahwa ekskavasi yang dilakukan oleh tim peneliti telah membuahkan hasil signifikan yang menggeser linimasa sejarah yang selama ini dipahami secara umum.

Baca Juga
  • Kemenpar Gandeng Danantara Dorong Investasi Pariwisata Indonesia
  • Lebanon Berbeda, Pelajaran yang Selalu Gagal Dipahami Israel Selama 100 Tahun
  • Strategi Trump Membentur Ketahanan Iran

"Tim menemukan satu temuan penting tentang momen kedatangan Islam yang lebih awal dari yang diduga sebelumnya, abad 7 dan 8, artinya awal ketika kenabian. (Temuan ini) membuka ruang yang lebih lebar tentang pembuktian beberapa hipotesis-hipotesis berkaitan dengan arkeologi Islam akar rumput," katanya.

Irfan menuturkan temuan arkeologis pada rentang abad ke-7 hingga ke-8 Masehi tersebut memberikan jarak waktu sekitar tujuh abad jika dikomparasikan dengan narasi sejarah yang kerap menyebutkan bahwa Islam baru mengakar kuat sebagai sebuah entitas politik atau kerajaan pada kisaran abad ke-13 dan ke-15 Masehi.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Rentang waktu yang membentang sangat luas tersebut, menurut dia, menjadi ruang kosong sejarah yang amat esensial untuk segera digali oleh para arkeolog guna memahami pola hidup masyarakat penyebar Islam terdahulu.

"Nah, ini tujuh abad bukan rentang yang pendek dan banyak lokasi-lokasi. Saya kira dengan penemuan kawan-kawan tersebut akan membuka kesempatan dan upaya-upaya untuk menemukan hal-hal yang baru," ujar dia.

Irfan menilai penemuan ini akan membuka ruang yang lebih lebar tentang arkeologi Islam akar rumput. Hal ini mendorong para sejarawan dan periset untuk mulai melihat sejarah dari kacamata masyarakat bawah pada masa lampau, tidak hanya berfokus pada kehidupan kaum bangsawan di pusat-pusat istana.

Temuan Situs Bongal - (Dok BRIN)

 

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Daftar Tanggal Merah dan Long Weekend Agustus 2026
• 22 jam lalu
0
thumb
Video: Mantan Presiden Suriah Dijatuhi Vonis Mati Usai Digulingkan
• 11 jam lalu
0
thumb
Tak Diduga, RI Ada Cadangan Emas Baru-Lebih Besar dari Punya Freeport!
• 19 jam lalu
0
thumb
Pemkot Makassar Siapkan Skema Investasi Ducting Sharing untuk Tata Kabel Fiber Optik
• 12 jam lalu
0
thumb
Ketua DPR: Persiapan Parlemen Menggelar Sidang Tahunan Sudah 80 Persen
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.