HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Ratusan personel TNI Angkatan Darat “menyerbu” RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar.
Bukan untuk operasi militer, melainkan aksi kemanusiaan melalui donor darah dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia.
Sebanyak 100 hingga 150 personel dari jajaran Kodam XIV/Hasanuddin dikerahkan untuk mengikuti kegiatan donor darah yang digelar bersama Karang Taruna dan RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo.
Komandan Kodim (Dandim) 1408/Makassar Kolonel Kav. Ino Dwi Setyo Darmawan mengatakan, kegiatan tersebut menjadi langkah awal membangun kerja sama yang lebih rutin antara TNI, Karang Taruna, dan rumah sakit dalam membantu memenuhi kebutuhan darah di Makassar.
“Kami turunkan 100 sampai 150 personel dari jajaran TNI Angkatan Darat di Kodam XIV/Hasanuddin untuk berpartisipasi dalam kegiatan donor darah di Rumah Sakit Wahidin,” kata Ino.
Menurutnya, aksi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan memperingati Hari Kemerdekaan ke-81. Namun, kontribusi TNI tidak ingin berhenti pada kegiatan seremonial.
Ino berharap kegiatan donor darah dapat dilakukan secara berkala. Kodam XIV/Hasanuddin memiliki banyak satuan yang dapat dilibatkan secara bergantian sehingga kontribusi terhadap ketersediaan darah bisa terus berjalan.
“Nanti akan disesuaikan dengan kegiatan yang kita rencanakan dan programkan. Tujuannya memang kita dapat membantu secara optimal ketersediaan kantong darah di Makassar,” ujarnya.
Sementara itu, Ino mengajak masyarakat ikut mengambil bagian dalam gerakan donor darah. Selain membantu pasien yang membutuhkan, donor darah juga menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang dapat dilakukan secara berkala.
“Kami mengimbau masyarakat lainnya juga melaksanakan gerakan donor yang sama. Karena memang baik untuk kesehatan dan dapat membantu sesama,” pungkasnya.
Direktur Utama RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar, dr. Annas Ahmad, Sp.B, FICS, FISQua, AIFO-K, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menyebut kegiatan ini merupakan kerja sama pertama antara Pangdam XIV/Hasanuddin, RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo, dan Karang Taruna.
Annas berharap kolaborasi tersebut dapat berlanjut secara rutin. Dalam standar kedokteran, donor darah dapat dilakukan secara berkala sekitar tiga bulan sekali, sehingga pola kerja sama serupa dinilai dapat membantu menjaga pasokan darah rumah sakit.
“Kalau dalam standar kedokteran, kita diharapkan bisa setiap tiga bulan untuk donor darah. Harapannya ini bisa berjalan secara rutin,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, kebutuhan darah di RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo cukup besar. Rata-rata rumah sakit tersebut membutuhkan sekitar 300 kantong darah setiap hari untuk memenuhi kebutuhan pasien.
“Kalau kita donor darah di Rumah Sakit Wahidin, darah itu tidak ke mana-mana karena langsung dimanfaatkan oleh pasien-pasien yang memang membutuhkan darah setiap hari,” katanya.
Annas menilai dukungan TNI dan Karang Taruna dapat membantu mengurangi beban pemenuhan kebutuhan darah rumah sakit. Ia pun mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak dan berharap gerakan donor darah tidak hanya dilakukan oleh institusi, tetapi juga diikuti masyarakat luas. (wis)






Komentar (0)