Dukcapil Percepat Digitalisasi Perlinsos di Banjarmasin

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda menegaskan pentingnya sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pelayanan administrasi kependudukan sekaligus memperkuat verifikasi data untuk mendukung program Perlindungan Sosial (Perlinsos).

Hal itu disampaikan Rifqinizamy saat menghadiri kegiatan Fasilitasi Pendaftaran Penduduk melalui Layanan Jemput Bola di Daerah yang digelar Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat 7 Agustus 2026.

Baca Juga :
Luhut: Sistem Digitalisasi Bisa Menghemat Ribuan Triliun Rupiah Dana Pemerintah
Perlinsos Digital Rilis Akhir 2026, Luhut: Presiden Launching Nasional di 541 Kabupaten

Menurut Rifqinizamy, kolaborasi pusat dan daerah diperlukan agar pelayanan administrasi kependudukan tidak berhenti sebagai program, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Kolaborasi semacam ini akan membuat layanan kependudukan lebih mudah diakses sekaligus menopang berbagai program pemerintah lainnya," ujar Rifqinizamy.

Rifqinizamy mengatakan, layanan jemput bola merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan seluruh masyarakat memperoleh hak atas dokumen dan identitas kependudukan.

Melalui mekanisme tersebut, petugas Dukcapil tidak hanya menunggu masyarakat datang ke kantor pelayanan, tetapi secara aktif mendatangi warga, terutama kelompok yang menghadapi keterbatasan dalam mengakses layanan administrasi kependudukan.

Di Banjarmasin, layanan jemput bola juga diarahkan untuk memperkuat proses verifikasi data dalam mendukung program Perlindungan Sosial. Data kependudukan yang akurat dan identitas penduduk yang terverifikasi menjadi fondasi penting agar berbagai program bantuan pemerintah dapat disalurkan secara tepat sasaran.

Salah satu instrumen yang terus didorong dalam proses tersebut adalah Identitas Kependudukan Digital (IKD). IKD tidak hanya menjadi bentuk digital dari KTP elektronik, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan ekosistem pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, dan terintegrasi.

Namun, tingkat aktivasi IKD di Kota Banjarmasin masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan data Semester I 2026, jumlah penduduk Banjarmasin mencapai sekitar 685.451 jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 501 ribu jiwa telah melakukan perekaman KTP elektronik. Sementara aktivasi IKD baru mencapai sekitar 8,1 persen.

Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah daerah untuk mempercepat transformasi digital administrasi kependudukan melalui kolaborasi lintas sektor.

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin mengatakan, Pemerintah Kota Banjarmasin terus memperkuat kerja sama dengan berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, kader Posyandu, hingga pendamping program Perlindungan Sosial.

Baca Juga :
Hasil PSG Vs Aston Villa 2-1, Les Parisiens Pertahankan Gelar Piala Super Eropa
Bikin Haru, Ini Alasan Dea Annisa Kenakan Hijab saat Menikah Meski Aslinya Tak Berhijab
Gus Alex Bantah Terima Uang di Korupsi Kuota Haji: Dakwaan Jaksa Zalim

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Purbaya Temukan Banyak Masalah dalam Keuangan MBG di Daerah, BGN Diminta Segera Benahi
• 12 jam lalu
0
thumb
Potret Hujan Muson Mengamuk Picu Longsor Saat Dini Hari, 6 Tewas
• 12 jam lalu
0
thumb
Jadi Narsum di Unhas, Bupati Takalar Daeng Manye Dorong Mahasiswa Harus Siap Hadapi Indonesia Emas 2045
• 4 jam lalu
0
thumb
Prabowo Akan Beri Anugerah Tanda Jasa ke Sejumlah Tokoh
• 19 jam lalu
0
thumb
Transformasi Pemanfaatan Hutan, Kemenhut Terbitkan Aturan Baru Perdagangan Karbon
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.