JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan sejumlah rekomendasi untuk mengantisipasi, memitigasi, dan beradaptasi terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 2026.
Rekomendasi tersebut tidak hanya berfokus pada pencegahan kebakaran, tetapi juga mencakup penanganan ketika api muncul serta perlindungan masyarakat dari dampak asap dan paparan partikulat halus PM2.5.
Pihak BMKG menekankan empat langkah utama, yakni mencegah munculnya sumber api, memperkuat patroli dan pemadaman darat, menjaga lahan gambut tetap basah, serta melindungi kesehatan masyarakat dari paparan PM2.5.
Baca Juga: BMKG: Indonesia Masuki Fase Kritis Karhutla 2026, Hotspot Tembus 9.538 Titik
Cegah Kebakaran dari Sumber ApiBMKG mengimbau masyarakat menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di sekitar lahan atau hutan yang kondisinya kering dan mudah terbakar.
Aktivitas seperti membakar sampah atau membuka lahan menggunakan api perlu dihindari karena dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan ketika kondisi lingkungan kering.
Pencegahan menjadi langkah awal untuk mengurangi potensi munculnya titik api, terutama selama periode rawan karhutla.
Perkuat Patroli dan Pemadaman DaratBMKG juga merekomendasikan penguatan patroli terpadu di kawasan yang memiliki risiko karhutla.
Patroli dapat melibatkan Manggala Agni, TNI/Polri, serta Masyarakat Peduli Api (MPA).
Selain mendeteksi potensi kebakaran sejak dini, personel juga perlu disiapkan untuk melakukan ground fighting atau pemadaman dari darat ketika kebakaran terjadi.
Baca Juga: BMKG Ungkap Dampak Kebakaran Bromo dari Citra Satelit, Lahan Rusak hingga Asap Meningkat
Langkah tersebut penting untuk mencegah api meluas dan mempercepat penanganan di lokasi yang memungkinkan dijangkau oleh tim darat.
Lahan Gambut Perlu Tetap BasahKhusus di kawasan lahan gambut, BMKG merekomendasikan upaya pembasahan lahan untuk mengurangi risiko kebakaran.
Salah satunya dengan mengoperasikan sekat kanal serta memantau tinggi muka air tanah gambut.
Kondisi gambut yang tetap basah dapat membantu mengurangi risiko lahan mengering dan terbakar.
Pemantauan tinggi muka air juga diperlukan untuk memastikan kondisi lahan tetap berada pada tingkat kelembapan yang dapat membantu mencegah kebakaran.
Lindungi Diri dari Paparan PM2.5Karhutla tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat menyebabkan penurunan kualitas udara akibat asap dan partikulat halus.
BMKG merekomendasikan masyarakat melakukan langkah perlindungan kesehatan ketika kualitas udara memburuk akibat paparan PM2.5.
Baca Juga: BMKG Ungkap Potensi Awan Cumulonimbus 13-19 Agustus 2026, Samudra Hindia Barat Nias Masuk Zona FRQ
Salah satunya dengan menggunakan masker N95 dan membatasi aktivitas di luar ruangan.
Di wilayah dengan kondisi kualitas udara yang sangat tidak sehat, BMKG juga merekomendasikan pembentukan posko ruang aman asap sebagai tempat perlindungan masyarakat dari paparan asap.
Penanganan Karhutla Perlu Dilakukan TerpaduEmpat langkah tersebut mencakup tahapan yang saling berkaitan, mulai dari mencegah sumber api hingga melindungi masyarakat ketika asap sudah mencemari udara.
Pencegahan dilakukan dengan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Ketika titik api muncul, patroli terpadu dan pemadaman perlu diperkuat.
Sementara itu, pembasahan lahan gambut menjadi bagian dari mitigasi untuk mencegah kondisi terlalu kering, sedangkan penggunaan masker dan pembatasan aktivitas luar ruang diperlukan untuk mengurangi paparan PM2.5.
BMKG mengimbau masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan selama periode rawan karhutla dan mengikuti informasi cuaca serta iklim dari sumber resmi.
Informasi terkait kondisi cuaca dan iklim dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG, termasuk situs BMKG dan akun media sosial @InfoBMKG.
Baca Juga: Bromo Ditutup akibat Kebakaran, 2.056 Wisatawan Ajukan Refund Tiket
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- BMKG
- karhutla 2026
- kebakaran hutan dan lahan
- tips cegah karhutla
- pencegahan karhutla
- mitigasi karhutla






Komentar (0)