Xavi Hernandez resmi ditunjuk untuk tangani timnas Belanda

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Legenda Spanyol dan Barcelona Xavi Hernandez resmi ditunjuk untuk menangani timnas Belanda menggantikan Ronald Koeman yang mengundurkan diri setelah hasil mengecewakan di Piala Dunia 2026.

“Xavi Hernandez telah ditunjuk sebagai pelatih kepala baru tim nasional putra Belanda. Xavi telah menyepakati kontrak hingga Piala Dunia FIFA 2030,” demikian pernyataan Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) melalui situs resmi pada Kamis.

Xavi kembali ke dunia kepelatihan setelah dua tahun menganggur. Ia terakhir menangani Barcelona sebelum dipecat pada 2024.

“Saya menganggap ini sebagai kehormatan yang luar biasa untuk menjadi pelatih kepala tim nasional Belanda,” kata Xavi setelah resmi ditunjuk.

Ia menyebut memiliki ikatan khusus dengan Belanda karena pengaruh dari Johan Cruyff, Rinus Michels, serta tokoh lainnya saat masih menimba ilmu di akademi Barcelona.

“Bisa dikatakan saya adalah bagian dari produk sepak bola Belanda. Pelatih hebat lainnya, terutama Louis van Gaal, yang memberi saya debut di Barcelona, serta Frank Rijkaard, juga memainkan peran penting dalam membentuk saya sebagai pemain dan pelatih.”

Menariknya, Xavi juga pernah menggantikan Koeman di Barcelona. Ia mengambil alih kursi pelatih Blaugrana pada 2021 dan berhasil membawa klub tersebut menjuarai LaLiga Spanyol pada musim 2022/23, sekaligus mengakhiri penantian gelar liga selama empat tahun.

Baca juga: Koeman putuskan mundur setelah Belanda disingkirkan Maroko

Kini, Xavi mendapat tantangan baru bersama Belanda setelah Oranje menjalani Piala Dunia 2026 yang mengecewakan. Belanda tersingkir pada babak 32 besar setelah kalah dari Maroko di turnamen yang digelar di Amerika Utara tersebut.

Xavi mengaku tertarik dengan karakter sepak bola Belanda yang menurutnya memiliki kesamaan dengan filosofi yang ingin diterapkannya.

“Belanda memiliki budaya sepak bola yang kaya dan visi yang jelas yang juga sangat menarik bagi saya: sepak bola menyerang, berbasis penguasaan bola, dengan kreativitas, gairah, dan keyakinan,” ujar Xavi.

“Tentu saja, tujuan paling penting selalu dan akan selalu menjadi kemenangan. Namun, saya lebih memilih meraihnya dengan cara yang mencerminkan karakteristik tersebut dan dapat dinikmati oleh masyarakat.

Xavi memiliki pengalaman panjang di level tertinggi sebagai pemain maupun pelatih. Saat masih memperkuat Barcelona dan timnas Spanyol, ia meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk Piala Dunia 2010 serta dua gelar Piala Eropa pada 2008 dan 2012.

Setelah pensiun sebagai pemain, Xavi memulai karier kepelatihannya bersama klub Qatar, Al Sadd, pada 2019. Ia sukses mempersembahkan tujuh trofi sebelum kembali ke Barcelona pada 2021.

Di Camp Nou, Xavi mampu membangkitkan Barcelona dari periode sulit dengan memenangkan LaLiga 2022/23 dan Piala Super Spanyol 2023. Namun, ia gagal mempertahankan performa tersebut dan meninggalkan klub setelah musim 2023/24 tanpa trofi.

Setelah berpisah dengan Barcelona, Xavi sempat mendapat tawaran dari sejumlah klub dan tim nasional. Namun, ia memilih mengambil masa jeda sebelum akhirnya memutuskan kembali ke dunia kepelatihan.

Dalam beberapa bulan terakhir, Xavi juga telah menyatakan keinginannya untuk melatih tim nasional. Timnas Belanda kini menjadi kesempatan bagi mantan gelandang Barcelona tersebut untuk memulai babak baru dalam karier kepelatihannya.

Baca juga: Belanda terima Anugerah Fair Play Piala Dunia 2026


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Foto: 172 Orang Dievakuasi dari KMP Putri Yasmin yang Terbakar di Lombok
• 16 jam lalu
0
thumb
46.160 Peserta Lolos MagangHub Angkatan II, Kemnaker Perkuat Transisi Lulusan ke Dunia Kerja
• 22 jam lalu
0
thumb
Pendaftaran Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Dibuka Lagi, Cek Link dan Caranya
• 21 jam lalu
0
thumb
Ruben Onsu Tak Hadir di Sidang Mediasi, Tim Kuasa Hukum Bongkar Alasannya
• 12 jam lalu
0
thumb
Menteri PAN-RB: Digitalisasi harus mudahkan pelayanan masyarakat
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.