Produk China Ramai Diserbu Perusahaan AS, Begini Respons Xi Jinping

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: REUTERS/Tingshu Wang

Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam perlombaan kecerdasan buatan (AI), sejumlah perusahaan Amerika Serikat (AS) ternyata memilih untuk menggunakan model AI buatan China. Menanggapi fenomena ini, Presiden China Xi Jinping turut buka suara.

Berdasarkan laporan GuruFocus, Xi Jinping menyerukan agar negaranya dapat memainkan peran lebih besar dalam merumuskan aturan AI global.

Ia juga berpesan untuk menjaga AI tetap berada dalam kendali manusia. Lebih lanjut, Xi Jinping menekankan pentingnya kerja sama antarnegara terkait aspek keamanan, standar teknis, serta akses bagi negara-negara berkembang.


Model-model AI asal China memang makin banyak diadopsi di tingkat internasional. Laporan dari OpenRouter menyebutkan bahwa kontribusi model China mencapai 63% dari total penggunaan token perusahaan AI sepanjang pekan pertama Juli 2026.

Angka tersebut melonjak drastis dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang hanya mencatatkan porsi 10%.

Pilihan Redaksi
  • Asia "Ditelan" Dolar AS: Rupiah, Won - Yen Melemah, 2 Negara Selamat
  • HP Android China Tiba-Tiba Tak Bisa Pakai NFC, Kenapa?

Tak sekadar masalah peningkatan adopsi, kemunculan model AI China yang makin canggih dengan tawaran harga lebih terjangkau turut memberi tekanan tersendiri bagi para pesaingnya di AS.

Moonshot, misalnya, merilis Kimi K3 yang mampu bersaing ketat dengan produk unggulan besutan OpenAI dan Anthropic asal AS.

Salah satu perusahaan yang beralih ke model AI China adalah Lindy AI. Startup penyedia asisten AI tersebut mengaku berpindah dari Anthropic ke DeepSeek, yang dampaknya berhasil memangkas biaya inferensi hingga 90%.

Kendati demikian, fenomena ini dihadapkan pada risiko regulasi yang kian ketat di kedua negara.

Pemerintah China dikabarkan telah membahas isu keamanan bersama Alibaba Group Holding, bahkan mempertimbangkan rencana untuk membatasi akses pihak luar negeri terhadap sistem AI paling canggih di dalam negeri.

Sementara itu di AS, para pembuat kebijakan mulai menyelidiki perusahaan seperti Airbnb dan Anysphere yang menggunakan model AI asal China. Di sisi lain, Palantir Technologies asal AS turut menyuarakan bahwa model sumber terbuka (open-source) dari China dapat menjadi ancaman ekonomi.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:
Video:Jurus Komdigi Dorong Kemandirian Teknologi & Jamin Keamanan Data

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kehadiran Mantan Presiden dan Wapres di Sidang Tahunan MPR Masih Dalam Konfirmasi
• 6 jam lalu
0
thumb
Istana Bocorkan Kriteria Calon Penerima Gelar Tanda Jasa-Kehormatan Presiden Prabowo
• 10 jam lalu
0
thumb
Denny Sumargo Buka Suara soal Podcast Sarwendah, Singgung Isu Agama dan Rasis
• 21 jam lalu
0
thumb
Wall Street Melemah, Sentimen Pasar Lesu Imbas Situasi Selat Hormuz
• 20 jam lalu
0
thumb
Media Malaysia Soroti Asap Karhutla di Kalimantan Terbawa ke Sarawak
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.