Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa AS memegang kendali atas Selat Hormuz. Dia menyebut AS akan 'mempertahankannya' dan Iran tidak bisa melawan blokade Angkatan Laut AS.
"AS memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz. SAYA RASA KITA AKAN MEMPERTAHANKANNYA!" tulis Trump di platform Truth Social miliknya, dilansir AFP, Rabu (12/8/2026).
"Blokade Angkatan Laut kita disebut oleh semua orang sebagai 'DINDING BAJA', dan tidak ada yang bisa dilakukan Iran untuk melawannya," tambahnya.
Trump telah berulang kali mengklaim bahwa AS mengendalikan selat tersebut, yang sangat vital bagi arus energi dan pengiriman komoditas lainnya melalui Timur Tengah.
Namun, Iran menyatakan bahwa mereka secara efektif menguasai sebagian besar jalur perairan tersebut dan berniat menerapkan sistem pungutan (tol) sebagai tanggapan atas perang yang dilancarkan Trump terhadap Iran pada 28 Februari.
Seperti diketahui, pasukan AS dan Israel telah membombardir militer Iran dan menewaskan sejumlah besar pimpinan negara itu selama perang yang telah berlangsung hampir enam bulan ini-perang yang awalnya dilancarkan dengan tujuan antara lain memaksa Teheran meninggalkan program tenaga nuklirnya dan melakukan pergantian rezim.
Iran telah melakukan perlawanan dengan serangan rudal terhadap pangkalan-pangkalan AS di kawasan tersebut, Israel, dan target-target di negara-negara Teluk yang bersekutu dengan AS.
Tanggapan mereka yang paling efektif adalah menyerang kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, yang secara efektif melumpuhkan jalur perdagangan tersebut dan mengguncang ekonomi dunia.
Di tengah merosotnya popularitas politiknya di dalam negeri menjelang pemilihan umum sela Kongres bulan November, Trump telah mengurungkan niat untuk meningkatkan eskalasi perang demi meraih kemenangan telak. Hal ini membuat perang tersebut berada dalam situasi jalan buntu.
Namun, politisi Partai Republik itu mengatakan bahwa AS siap untuk fokus memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran melalui strategi yang disebutnya sebagai pendekatan 'low-key'.
"Kita hanya melakukan negosiasi setengah-setengah dengan mereka. Kita hanya memantau Iran dengan inflasi yang sangat tinggi dan fakta bahwa mereka tidak punya uang," ujar Trump kepada Axios pada Minggu.
(fas/fas)






Komentar (0)