Purbaya Optimistis PFII Bisa Gaet Investasi Asing Lebih dari Rp500 Triliun

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Perhitungan mengenai potensi dana yang dapat dihimpun akan diserahkan kepada Danantara.

Purbaya Optimistis PFII Bisa Gaet Investasi Asing Lebih dari Rp500 Triliun. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis kehadiran Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) bakal menjadi magnet besar bagi masuknya arus modal asing ke dalam negeri. 

Purbaya memperkirakan nilai investasi yang masuk dapat menembus angka lebih dari Rp500 triliun, selama paket insentif dan fasilitas yang disediakan mampu memikat para investor global.

Baca Juga:
Purbaya soal Destry Damayanti Calon Tunggal Gubernur BI: Kerja Sama Baik, Enggak Ada Masalah

"Kalau itu menarik dan berhasil mungkin bisa lebih besar daripada itu (Rp500 triliun)," ujar Purbaya usai terima kunjungan Menteri ESDM di kantornya, dikutip Rabu (12/8/2026).

Purbaya menambahkan kalkulasi tersebut masih berupa perkiraan awal. 

Baca Juga:
Soal Isu Reshuffle, Bahlil Sebut Hak Prerogatif Presidan dan Purbaya Pilih Fokus ke APBN

Perhitungan mengenai potensi dana yang dapat dihimpun akan diserahkan kepada Danantara, selaku pihak yang menyiapkan modal awal untuk pengembangan kawasan keuangan tersebut.

"Itu nanti Danantara yang hitung," ujar dia.

Baca Juga:
Penerimaan Pajak Tumbuh 23 Persen hingga Juli, Purbaya: Masih Aman untuk Capai Target 2026

Purbaya memastikan pemberian berbagai fasilitas dan insentif perpajakan di kawasan PFII tidak akan menggerus penerimaan negara maupun memicu kerugian fiskal.

Dia menegaskan fasilitas seperti pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) tidak bisa dianggap sebagai potensi penerimaan yang hilang (potential loss), sebab aktivitas bisnis di kawasan finansial tersebut merupakan kegiatan baru yang sebelumnya belum beroperasi di Indonesia.

"Kan sebelumnya enggak ada. Jadi enggak ada potensi loss. Kira-kira potensi loss-nya nol," ujar Purbaya.

Konsep PFII dirancang untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keuangan baru di kawasan regional. 

Saat ini, pemerintah tengah mematangkan berbagai kerangka pendukung, mulai dari kelembagaan, penentuan lokasi strategis, hingga formulasi insentif bagi pelaku industri keuangan dunia.

Melalui dukungan permodalan awal dari Danantara serta kemudahan berinvestasi yang disiapkan, pemerintah berharap PFII dapat menjadi instrumen utama dalam memperdalam sektor keuangan nasional, memperluas basis investasi, dan menopang pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bukan Cuma Lelah, Tentara AS di USS Abraham Lincoln Disebut Stres hingga Picu Baku Hantam
• 7 jam lalu
0
thumb
Harmoni PT Vale dengan Masyarakat Adat di Wonua Mekongga, Satukan Persepsi-Jaga Keberlanjutan Sosial
• 11 jam lalu
0
thumb
Pengacara Didakwa Peras Pengusaha Rp 500 Juta di Jakpus, Ancam Pukul Korban Pakai Palu
• 3 jam lalu
0
thumb
PSI Sebut Sinergi Pemerintah dan BI Penting untuk Jaga Stabilitas
• 2 jam lalu
0
thumb
DPRD DKI Setujui Dua Raperda, Atur Sistem Pangan hingga Lingkungan Hidup
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.